Densus 88 Ungkap Teroris Jadikan Pandemi Peluang Rekrut Simpatisan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 16:52 WIB
Ilustrasi penggerebekan teroris (insert) (Luthfy Syahban/detikcom)
Foto: Ilustrasi penggerebekan teroris (Luthfy Syahban/detikcom)

Latar belakang pelaku terorisme di Indonesia saat ini juga mulai meluas. Ibnu membeberkan 11 pelaku teroris adalah perempuan, dua di antaranya merupakan polisi wanita (polwan). Kemudian 12 pelaku lainnya dari kalangan anak-anak.

Setidaknya 24 aparatur sipil negara tertangkap sebagai pelaku teror. Ada yang berprofesi sebagai pegawai sipil negara (PNS), anggota Polri, dokter, pilot, sampai mahasiswa di perguruan tinggi negeri.

Penelitian yang dilakukan oleh The Habibie Center pada Agustus-Desember 2020 menemukan pandemi covid-19 bisa mendorong kekuatan radikalisme dan perekrutan simpatisan kelompok teror. Ini juga didukung oleh studi yang dilakukan Institute of Development Studies di Inggris pada Mei 2019 yang berupaya mengantisipasi potensi dampak pandemi terhadap radikalisasi.

"Banyak kelompok-kelompok (teror) yang menawarkan peluang usaha. Orang-orang di-PHK, dipecat dari pekerjaannya, bergabung dengan mereka, diberi materi, ruang untuk berusaha," kata peneliti The Habibie Center Sopar Peranto dalam diskusi yang sama.

Silakan simak cerita lengkap terkait gerakan teroris di masa pandemi di sini.

Halaman

(rdp/tor)