Polda NTB Tegaskan Tak Tahan 4 IRT Bersama Anaknya

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 16:04 WIB
Kabid Humas Polda NTB Kombes Artanto (ANTARA/Dhimas BP)
Kabid Humas Polda NTB Kombes Artanto (ANTARA/Dhimas BP)

Insiden pelemparan itu terjadi di sebuah pabrik rokok di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, pada 26 Desember 2020, pukul 16.00 Wita. Akibat aksi pelemparan batu itu, pabrik rokok itu disebut menderita kerugian Rp 4,5 juta.

"Sebagaimana diatur Pasal 170 ayat (1) KUHP, ancaman hukum penjara 5 tahun 6 bulan," kata Yan.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB menepis kabar telah menahan 4 ibu rumah tangga (IRT) bersama anak-anaknya terkait kasus pelemparan batu ke pabrik rokok di Lombok Tengah. Kejati NTB mengatakan 4 IRT itu yang sengaja membawa anak-anaknya.

"Bahwa terkait pemberitaan dan foto yang beredar di medsos bahwa para terdakwa ditahan bersama anaknya oleh pihak Kejaksaan adalah tidak benar, melainkan keluarga para terdakwa dengan sengaja membawa anak para terdakwa di Polsek Praya Tengah maupun di Rutan Praya untuk ikut bersama para terdakwa berdasarkan izin pihak Rutan," kata Kasipenkum Kejati NTB Dedi Irawan dalam keterangannya, Senin (22/2).

Saat ini keempat ibu rumah tangga tersebut sudah menghirup udara bebas. Penahanannya ditangguhkan. Penahanan mereka ditangguhkan setelah pihak kejaksaan mendapat perintah dari hakim Pengadilan Negeri (PN) Praya.

"Kami hanya pelaksana penetapan hakim. Memang benar sudah kami laksanakan pengeluaran dari tahanan baru saja sekitar jam 14.01 Wita setelah selesai sidang," kata Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, Dedi Irawan, saat dimintai konfirmasi siang tadi.

Dia mengatakan agenda sidang keempat terdakwa dimajukan hari ini. Setelah sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan, keempat terdakwa H, NH, M, dan F ditangguhkan penahanannya.

Halaman

(aud/tor)