Waduh, Target 1,8 Juta Sumur Resapan di DKI Meleset Jauh

Sudrajat - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 10:52 WIB
Zita Anjani
Ketua Pansus Banjir DPRD DKI Zita Anjani (dok. pribadi)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada akhir 2018 pernah menargetkan pembangunan 1,8 juta sumur resapan atau drainase vertikal untuk mengurangi genangan atau banjir Jakarta. Pembangunan drainase vertikal sangat sederhana karena hanya sekadar membuat lubang.
Tapi hingga sekarang, jumlah sumur resapan yang dibangun merujuk data Dinas Sumber Daya Air (SDA) masih sangat sedikit.

"Data dari SDA baru 1772 titik, koreksi saya bila keliru," kata eks Ketua Pansus Banjir DPRD DKI Zita Anjani dalam program Blak-blakan detikcom, Senin (22/2/2021).

Bila memang anggaran terbatas, dia melanjutkan, Pemprov DKI sebetulnya dapat memanfaatkan Pergub Nomor 20 Tahun 2013 tentang Kontribusi Swasta. "Jadi, memang harus melibatkan pihak swasta. Jangan semua dikerjakan sendiri kalau anggarannya terbatas," kata Zita Anjani yang sehari-hari menjabat Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Amanat Nasional.

Selain untuk menyerap air banjir, sumur resapan juga dapat menjadi semacam bank air. Sebab salah satu sebab penurunan tanah adalah pengambilan air tanah yang berlebih, selain karena beban berbagai bangunan di permukaan tanah.

Anies Baswedan pernah mengungkapkan kualitas air tanah di DKI Jakarta telah buruk. karena air yang masuk ke tanah bukanlah air hujan, melainkan air limbah.

Seharusnya, kata dia, air limbah perlu dilakukan pengolahan dulu. Namun pada kenyataan, tempat pembuangan seperti septic tank mayoritas terserap ke tanah. Sementara air hujan malah dialirkan keluar. Air hujan, seharusnya yang diserap ke dalam tanah, dan air limbah dikelola.

"Kalau sekarang air hujan malah hampir mayoritas dikirim ke sungai. Itu sebabnya tanah kita makin turun, makin hari makin turun dan itu yang harus dihentikan dengan cara drainase vertikal," kata Anies saat meninjau pembangunan revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang di Bundaran Senayan, 4 Desember 2018.

Simak juga video 'Jakarta, Belajarlah dari Surabaya Tangani Banjir':

[Gambas:Video 20detik]



(jat/jat)