Cekcok Pagi Hari di Istana SBY
Rabu, 15 Feb 2006 13:29 WIB
Jakarta - Jadi ribet gini sih? Begitulah gerutuan para wartawan, terutama para juru kamera televisi, yang melakukan tugas peliputan di kompleks Istana Presiden dalam dua hari terakhir.Kekesalan para wartawan memasuki Istana dimulai dari ruang kaca, tempat registrasi tamu. Di luar kebiasaan, Paspampres meminta kaset perekam yang terpasang di badan kamera dikeluarkan untuk diperiksanya.Tidak cukup itu, Paspamres juga berniat memeriksa mekanisme kamera dengan cara dimasukkan ke mesin detektor x-ray. Sontak para juru kamera dan fotografer kaget mendengarnya dan langsung menolaknya.Pancaran sinar x-ray dalam waktu dan intensitas lama bisa merusak keping CCD (sensor cahaya penangkap citra) yang merupakan 'nyawa' dari sebuah kamera digital. Tapi para Pampampes berkeras dengan alasan menjalankan perintah atasannya terkait peningkatan prosedur pengamanan Istana Presiden.Bisa diduga, cekcok mulut tidak dihindarkan.Keributan baru mereda, setelah pimpinan dari Biro Pers Kepresidenan datang ke lokasi. Setelah berkoordinasi dengan komandan Paspampres yang bertugas, barulah kamera bebas masuk istana tanpa melalui kotak detektor x-ray.Kecuali telepon seluler. Biasanya dan ditempat lain juga tidak perlu masuk detektor x-ray, di komplek Istana Presiden, sebaliknya. Tapi, ini bukan hal yang perlu diributkan.Sebenarnya kotak detektor x-ray yang terpasang di Istana, sudah tergolong jenis camera safe seperti halnya yang ada di bandar udara. Tapi hanya safe terhadap lapisan emulsi film pada kamera analog. Bukan kamera digital yang menggunakan keping sensor cahaya sebagai pengganti tugas emulsi film untuk menangkap dan merekam citra.Bila sampai keping kecil berharga puluhan juta rupiah itu rusak, kamera praktis tidak bisa digunakan lagi. Dan menjadi tanggung jawab si juru kamera untuk menggantinya.Keribetan tidak berhenti di situ. Kini giliran reporter yang merasa dipersulit. Baik yang belum mendapatkan kartu pers tetap Istana maupun sudah, diharuskan mengambil kartu pers harian (sementara).Alasannya, kartu yang ada sudah habis masa pakainya sejak 31 Desember 2005. Memang benar, tapi masalahnya kartu pengganti hingga saat ini belum juga keluar karena sedang dilakukan verifikasi oleh Paspampres. Pengalaman tahun lalu, baru kartu baru keluar bulan April.Lagi-lagi Paspampres tidak mau tahu. Mereka bahkan menahan perangkat kerja wartawan dan baru bisa diambil setelah menunjukkan kartu sementara yang mereka minta. Cekcok lagi deh.
(nrl/)











































