50 Desa Wisata NTB Gelar Aksi Bersih-bersih Sukseskan Zero Waste

Angga Laraspati - detikNews
Minggu, 21 Feb 2021 19:48 WIB
Pemprov NTB
Foto: Dok. Pemprov NTB
Jakarta -

Sebanyak 50 desa wisata di NTB melakukan aksi bersih-bersih untuk menyambut hari peduli sampah nasional dan bersih destinasi wisata. Aksi tersebut dilakukan untuk mendukung dan mempercepat terwujudnya NTB zero waste.

Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah mengatakan semua desa-desa wisata yang pernah dikunjunginya selalu menunjukkan progres yang sangat baik. Terutama desa-desa yang telah bertransformasi menjadi desa wisata melalui kekompakan pemerintah desa, kelompok sadar wisata dan masyarakatnya mengalami peningkatan yang membanggakan.

"Semua elemen masyarakat desa adalah power untuk mensukseskan berbagai program pembangunan dari pemerintah. Alhamdulillah, 10 kabupaten kota di NTB sangat responsif untuk menjalankan berbagai program pemerintah Provinsi NTB," tegas Ummi Rohmi sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis, Minggu (21/2/2021).

Usai meninjau aksi bersih-bersih di Desa Wisata Pesanggrahan Kec. Montong Gading Lombok Timur, Ummi Rohmi mengatakan hampir semua desa wisata menawarkan sesuatu hal yang menyenangkan dengan ciri khasnya masing-masing. Ditambah lagi dengan keindahan dan potensi alam yang melimpah.

"Maka nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan?. Mudah-mudahan kita pandai mensyukurinya. Cara kita bersyukur adalah dengan menjaga kelestarian, lingkungan dan jangan membuang sampah sembarangan," ungkapnya.

Ummi Rohmi juga meminta kepada desa untuk segera melakukan revitalisasi posyandu menjadi posyandu keluarga yang sebenarnya tidak membutuhkan anggaran yang banyak. Program tersebut ditekankan pada penambahan layanan dengan memanfaatkan layanan yang sudah ada sehingga cakupan layanannya akan menjangkau bayi, remaja hingga para lansia.

"Selain menjaga kebersihan dan lingkungan, desa yang hebat adalah desa yang sudah memiliki posyandu keluarga. Mari kita jadikan posyandu kita menjadi posyandu keluarga yang bisa melayani masyarakat dari bayi sampai lansia," jelas Ummi Rohmi.

Dalam aksi bersih desa wisata tersebut, Umi Rohmi juga memberikan apresiasi kepada 50 desa wisata yang secara serentak melakukan gotong royong demi terwujudnya desa wisata yang bersih dan indah. Ia juga menyampaikan arahan kepada 10 perwakilan kepala desa se-NTB melalui virtual yang digelar di halaman kantor desa setempat.

Senada dengan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur, Juaini Taofik mengungkapkan, antusias masyarakat Lombok Timur untuk mewujudkan berbagai program pemerintah Provinsi NTB begitu besar. Terutama upaya mereka untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dari lestari dari setiap desa-desa wisata begitu luar biasa.

"Dampak dari antusias masyarakat desa wisata ternyata mendorong desa-desa lain untuk segera berbenah menjadi desa yang bersih dan sehat," ujar Juaini.

Juani mengatakan semangat masyarakat desa semakin bertambah setelah pemerintah Provinsi memberikan berbagai bantuan fasilitas maupun sarana untuk mendukung upaya pembentukan desa wisata yang ada di Lombok Timur.

"Misalnya bantuan pemprov di desa wisata Kembang Kuning. Seperti bank sampah, anggaran dan lain-lain. Alhamdulillah dengan sigapnya, mereka dapat memanfaatkan bantuan tersebut sehingga desa Kembang Kuning menjadi layak meraih peringkat pertama lomba kampung sehat se-NTB," jelasnya.

Juani juga mengapresiasi pemerintah provinsi dalam mengawal berbagai program pembangunan demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera. Tidak hanya mencanangkannya saja, namun juga turun langsung ke tengah-tengah masyarakat. Menurut Juani, hal tersebut membuat antusias masyarakat untuk segera mewujudkan program bebas sampah dari desa ke desa begitu terlihat dampaknya.

"Mewakili masyarakat Lombok Timur, kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang terus berikhtiar membangun bumi gora yang sama-sama kita cintai," imbuhnya.

Sebagai informasi, Program NTB Zero waste merupakan salah satu program unggulan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang tertuang dalam visi misi NTB gemilang yaitu NTB Asri dan Lestari.

Program mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat tersebut masih terus didorong oleh pemerintah hingga ke desa-desa yang diintegrasikan melalui kegiatan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan. Termasuk kegiatan memilah dan mengolah sampah menjadi produk kerajinan yang bernilai ekonomi.

Adapun 50 desa wisata sebagai lokasi digelarnya aksi bersih-bersih secara serentak antara lain:

1. Kelurahan Bintaro

2. Kelurahan Tanjung Karang / Liang Baloq

3. Kelurahan Sayang-sayang

4. Desa Gili Gede

5. Desa Sekotong Tengah/Tawun

6. Desa Lembar/Pantai Cemara

7. Desa Sekotong Barat

8. Desa Bilebante

9. Desa Bonjeruk

10. Desa Rembitan/Sade

11. Desa Ende/Sengkol

12. Desa Sukarara

13. Desa AIK Kerik

14. Desa Lantan

15. Desa Penujak

16. Desa Senaru

17. Desa Genggelang

18. Desa Malaka

19. Desa Pandanan dan Nipah

20. Desa Gili indah

21. Desa Sembalun

22. Desa Kembang Kuning

23. Desa Tete Batu

24. Desa Pesanggerahan

25. Masbagik Timur

26. Desa Kuta

27. Desa Sugian

30. Desa Senang Galih

31. Desa Labuan Pandan

32. Desa Padakguar

33. Desa Pringgesela

34. Desa Loyok

35. Desa Lingsar

36. Desa Banyumulek

37. Desa Pusuk Lestari

38. Desa Kertasari

39. Desa Beru

40. Desa Pototano

41. Desa Labuan Aji

42. Desa Labuan Jambu

43. Desa Malaju

44. Desa Nangamiro

45. Desa Soro

46. Desa Risa

47. Kelurahan Kolo

48. Kelurahan Lawata

49. Kota Tua Ampenan

50. Desa Mekar Sari

Simak video 'Penampakan Gili Tangkong NTB Dijual di Situs Online':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)