Minta Maaf, Ini Penjelasan Rachland Nashidik soal Kicauan Makam Gus Dur

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 20 Feb 2021 15:04 WIB
Wasekjen PD Rachland Nashidik
Rachland Nashidik (Farih/detikcom)

Sebelumnya, pernyataan yang menuai somasi dicuitkan Rachland di akun Twitternya @RachlanNasidik. Rachlan awalnya mencuit tentang tanggapannya soal pembangunan museum Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ramai dibicarakan warganet.

"Tak ada yang salah dengan Museum Kepresidenan. Kita punya Museum Bung Karno dan Amerika Serikat punya museum dari presiden-presidennya. Museum adalah jejak bagi ingatan sejarah, bisa juga rujukan bagi standar pencapaian pada suatu bangsa, dan objek wisata bagi pendapatan daerah," tulis Rachland di akun Twitternya seperti dilihat detikcom, Sabtu (20/2/2021).

Cuitan Rachland itu pun langsung dibalas oleh warganet yang menyebut pembangunan museum itu tidak tepat memakai anggaran negara di saat pandemi virus Corona (COVID-19) masih mewabah di Indonesia. Rachland pun kemudian membalasnya kembali dengan membandingkan makam Gus Dur.

"Pertama, bukan museum keluarga. Kedua, inisiatif pendanaan datang dari Pemprov--itu juga cuma sebagian. Terbesar berasal dari sumbangan dan partisipasi warga. Ketiga, sebagai pembanding, Anda tahu makam Presiden Gus Dur dibangun negara?" cuit Rachland sembari mencantumkan tautan berita sebuah media online tentang makam Gus Dur.

Cuitan Rachland tersebut menuai reaksi dari Barikade Gus Dur, yang menilai pernyataan tersebut sangat tendensius. Mereka menyebut makam Gus Dur sepenuhnya dibiayai keluarga inti.

"Bahwa apa yang Saudara katakan adalah sangat tidak benar atau tendensius dan mengada-ada dan membuat para santri Gus Dur merasa terlecehkan. Oleh karena makam Gus Dur sepenuhnya dibiayai oleh keluarga inti," kata Ketua Umum DPP Barikade Gus Dur Priyo Sambadha dalam keterangan pers tertulisnya, hari ini.

Atas dasar itulah, Barikade Gus Dur mengirimkan surat somasi kepada Rachland. Rachland pun didesak meminta maaf.

"Maka berdasarkan hal-hal tersebut di atas kami mendesak dengan tegas agar Saudara mencabut pernyataan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf, sebelum kami melakukan tindakan hukum," ujar Priyo.


(lir/tor)