Round-Up

Wanti-wanti MUI Saat Sumpah Mubahalah Lekat dengan Konflik Politik

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 20 Feb 2021 05:50 WIB
Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta
Majelis Ulama Indonesia (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Sumpah mubahalah mencuat dalam perdebatan Marzuki Alie dengan Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief. Mubahalah itu dilontarkan oleh Marzuki Alie kala menjawab pernyataan Andi Arief yang menyebut soal "SBY bilang Megawati kecolongan' hanyalah karangan bebas.

Perihal SBY bilang Megawati kecolongan ini awalnya disampaikan Marzuki Alie dalam YouTube. Menurut Marzuki, pada 2004, SBY saat itu mengajaknya bertemu di hotel dan terjadilah obrolan soal 'Megawati kecolongan' ini.

Marzuki, yang pernah menjabat Ketua DPR, lantas mengulang ucapan SBY dalam pertemuan tempo lalu itu. Menurutnya, SBY menyebut Megawati akan kecolongan karena langkah yang akan dilakukannya saat itu.

"Pak SBY menyampaikan, 'Pak Marzuki, saya akan berpasangan dengan Pak JK. Ini Bu Mega akan kecolongan dua kali ini'. Kecolongan pertama, dia yang pindah. Kecolongan kedua, dia ambil Pak JK. Itu kalimatnya. 'Pak Marzuki orang pertama yang saya kasih tahu. Nanti kita rapat begini-begini'. Ada beberapa yang disampaikan ke saya, 'nanti saya kenalkan ini, nanti gini'," ucap Marzuki Alie dalam video itu yang kemudian mempersilakan pernyataannya dikutip, Kamis (18/2).

Andi Arief lantas menyebut pernyataan Marzuki Alie soal SBY bilang Megawati kecolongan ialah 'pernyataan hantu'. 'Hantu' dalam hal ini 'mengarang bebas'.

"Kenapa hantu, karena Marzuki mengarang bebas. Lebih mengejutkan saya, ternyata ada dendam PDIP terhadap SBY karena sebagai menantu Jenderal Sarwo Edhie Wibowo. Dendam ideologis?" sebut Andi Arief kepada wartawan.

Marzuki Alie kembali merespons Andi Arief. Dia mengatakan siap bermubahalah atas pernyataan terkait kecolongan itu.

"Pak Andi, perjalanan saya dengan SBY bisa saya pertanggungjawabkan lahir bathin, bisa bermubahalah, karena saksi tunggal semuanya sudah meninggal dunia," kata Marzuki Alie di Twitter, Kamis (18/2/2021).

Marzuki Alie menyebut dirinya kerap dituduh mencari jabatan di Partai Demokrat (PD). Eks Sekjen PD itu menceritakan kembali apa yang dilakukannya bagi Partai Demokrat.

"Banyak orang mengira saya cari jabatan di PD. PD 2002 hadir di Palembang Prof Subur BS, pakai ruang kampus saya sebelum SBY gabung PD," jelas Marzuki Alie.

MUI kemudian mewanti-wanti terkait sumpah muhabalah ini. MUI mengingatkan agar sumpah mubahalah tidak boleh dipermainkan.

"Jadi mubahalah ini jangan mudah digunakan, karena mubahalah itu sebenernya sebuah sumpah kutukan, melaknat, antaryang benar dan yang salah. Artinya di situ suatu pernyataan diri kepada Allah SWT, kalau memang ada yang salah merasa benar atau sebaliknya, maka bisa dilakukan sumpah mubahalah, itu kalau sudah tidak bisa dikompromikan. Artinya benar-benar meminta laknat Allah, dan itu bahaya sekali kalau dilakukan sungguh-sungguh," kata Ketua Bidang Hukum MUI, Noor Achmad kepada wartawan, Kamis (18/2/2021).

Noor Achmad menilai sumpah mubahalah itu merupakan puncak dari perselisihan, simak berita selengkapnya

Selanjutnya
Halaman
1 2