DKI Jakarta Terima Vaksin Keluaran Bio Farma untuk Vaksinasi Tahap II

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 19 Feb 2021 15:37 WIB
Petugas menyuntikan vaksin COVID-19 kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang.
Ilustrasi vaksinasi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Vaksinasi tahap II yang menyasar pedagang pasar di DKI Jakarta telah dimulai. Pemprov DKI Jakarta mengungkapkan pihaknya menerima vaksin keluaran Bio Farma bernama Covid Bio.

"Jadi begini, untuk nakes kita pakai Sinovac, single dose, satu botol itu untuk satu orang. Untuk kegiatan tahap kedua yang kami terima multidose. Satu botol vaksin untuk isinya 5 cc sekitar untuk 10 orang. Tapi biasanya dalam praktiknya dengan beri vaksinasi kegiatan lain, dengan 5 cc (untuk) 10 orang itu terpakainya antara 8-10, tidak persis 10 orang. Kan harus disedot tertentu sehingga kadang-kadang tersisa yang harus kita perhitungkan. Kedua, vaksin ini bahan dasarnya sama tapi yang kami terima dari Bio farma, namanya Covid Bio," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dalam konferensi pers virtual, Jumat (19/2/2021).

Lebih lanjut Widyastuti menerangkan merek vaksin ini berbeda dengan vaksin yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan (nakes) yang menggunakan Sinovac. Perbedaan lainnya terletak pada kemasan. Vaksin Covid Bio dikemas dalam botol multidose berukuran 5 cc yang diperuntukkan bagi 10 orang. Meskipun begitu, ia menjamin vaksin keluaran Bio Farma tetap memiliki kandungan yang sama dengan vaksin sebelumnya.

"Bahan dasarnya sama dengan Sinovac yang dibeli pemerintah tapi diformulasikan dari Bio Farma dan dikemas dalam bentuk satu botol 5 cc. Beda dengan Sinovac, satu botol 0,5 cc. 0,5 cc kan untuk satu orang, sedangkan Covid Bio satu botol isinya sekitar 5 cc untuk 10 orang," ucapnya.

Kemudian, vaksin Covid Bio ini harus dimusnahkan dalam waktu 6 jam apabila tidak habis. Hal ini untuk menjaga agar kualitas vaksin tetap baik.

"Vaksin yang sudah terbuka botolnya, Sinovac kan sekali buka, pakai, buang. Kalau yang Covid Bio, kalau yang dapat angkanya ganjil, misal yang datang 23 orang, itu vaksin paling lama kebuka bisa dalam kurun waktu 6 jam. Jadi proses vaksinasi bukan hanya kejar kuantitas, tapi juga jaga kualitas. Caranya menjaga bahwa rantai dingin vaksin terjaga. Vaksin harus tersimpan dalam suhu 2-8 derajat. Kalau sudah dibuka, paling lama 6 jam dipakai, kalau sisa ya dimusnahkan," jelasnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menerima 60 ribu dosis vaksin COVID-19 untuk kelompok lanjut usia (lansia) pada tahap kedua ini. Vaksinasi COVID-19 untuk lansia dimulai hari ini.

"Alhamdulillah untuk tahap kedua, Subuh tadi DKI Jakarta menerima sekitar untuk 60 ribu dosis bagi lansia dan 10 ribu dosis untuk para pedagang di pasar tadi. Jadi kami akan segera memberikan layanan mulai hari ini diberikan kepada lansia," kata Widyastuti, Jumat (19/2).

Widyastuti menerangkan pendataan calon penerima vaksin bagi kelompok lansia telah dilakukan sejak awal. Selanjutnya, verifikasi dan konfirmasi data bisa dilakukan melalui posyandu lansia yang ada di wilayah masing-masing.

Sedangkan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tahap kedua sudah dimulai dari pemberian vaksin ke pedagang Pasar Tanah Abang, Jakarta. Nantinya, vaksinasi COVID-19 akan digelar bertahap di pasar lainnya di wilayah DKI Jakarta.

"Ini dulu sekarang, nanti akan ada pasar-pasar berikutnya, Jakarta akan ada pasar-pasar berikutnya. Jakarta ada 153 pasar artinya bertahap semuanya," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setelah meninjau vaksinasi COVID-19 di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (17/2).

Anies mengatakan vaksinasi COVID-19 di Pasar Tanah Abang direncanakan menjadi format yang akan dilakukan di pusat pertokoan lainnya. Adapun di Pasar Tanah Abang terdaftar 9.791 penerima vaksin COVID-19.

(gbr/gbr)