NasDem: Komjen Agus Andrianto Punya Kapasitas Selesaikan Masalah UU ITE

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 19 Feb 2021 15:36 WIB
Ahmad Ali (Dok. Pribadi).
Ahmad Ali (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -

Komjen Agus Andrianto mengatakan inna lillahi wa inna ilaihi raji'un soal penunjukannya sebagai Kabareskrim Polri. NasDem menduga ucapan itu sebagai bentuk kesadaran Komjen Agus bahwa dia memikul tanggung jawab yang berat.

"Bisa jadi bahwa beliau tahu betapa berat tanggung jawab pada jabatan itu, karena di situ wajah Polri," kata Waketum Partai Nasdem Ahmad Ali kepada wartawan, Jumat (19/2/2021).

Anggota Komisi III DPR RI itu menilai perihal UU ITE yang belakangan menjadi sorotan publik menjadi tantangan bagi Komjen Agus. Ali menyebut masalah perihal UU ITE harus segera diperbaiki.

"Hari Pak Jokowi disorot banyak orang tentang UU ITE yang dianggap sebagai alat untuk membungkam lawan-lawan politik atau orang yang berseberangan dengan pemerintah dan polisi atau Bareskrim menjadi operator untuk hal tersebut. Ini tantangan yang harus segera diperbaiki," ujarnya.

Ali pun meyakini Komjen Agus Andrianto memiliki kapasitas untuk menyelesaikan permasalahan terkait UU ITE. Menurutnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo perlu juga membuat peraturan Kapolri (perkap) terkait UU ITE sebagai panduan.

"Pak Agus punya kapasitas untuk menyelesaikan masalah UU ITE. Kunci Pak Kapolri harus buat perkap atau peraturan Kapolri sebagai panduan," ujarnya.

Seperti diketahui, Komjen Agus Adrianto ditunjuk mengisi jabatan Kabareskrim setelah Presiden Jokowi melantik Jenderal Listyo Sigit sebagai Kapolri.

Penunjukan Kabareskrim baru ini berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/318/II/KEP./2021. Surat ini ditandatangani As SDM Polri Irjen Sutrisno Yudi Hermawan.

Komjen Agus Andrianto pun memberikan tanggapan atas penunjukan dirinya sebagai Kabareskrim. "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un," kata Agus menanggapi dirinya ditunjuk menjadi Kabareskrim saat dihubungi detikcom, Jumat (19/2).

Terkait UU ITE, Presiden Jokowi sebelumnya memberi arahan khusus soal UU ITE saat rapim TNI-Polri, Senin (15/2/2021). Jokowi menyoroti banyaknya masyarakat saling melapor ke polisi. Jokowi meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo benar-benar selektif.

(hel/zak)