Partai Demokrat soal 'SBY Bilang Megawati Kecolongan': Jangan Mengadu Domba

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 21:48 WIB
Logo Demokrat
Foto: dok. Redaksi
Jakarta -

Partai Demokrat buka suara terkiat kisruh yang terjadi terkait pernyataan Marzuki Alie soal 'SBY bilang Megawati kecolongan'. Begini respons Partai Demokrat.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra awalnya membahas soal gerakan pengambil alihan kepemimpinan Partai Demokrat. Dia menyebut para pelaku kudeta tersebut terus mencoba melakukan fitnah.

"Sampai dengan saat ini masih saja mencoba untuk menyebar fitnah dan tuduhan tak berdasar di mana-mana. Mungkin karena mereka frustrasi gerakannya gagal, padahal salah satu pelakunya adalah orang lingkar dalam kekuasaan," kata Herzaky dalam keterangannya, Kamis (18/2/2021).

Herzaky menyebut sebetulnya publikasi kudeta Partai Demokrat dimaksudkan untuk menjadi pelajaran bagi semua pihak. Dia menyebutkan ini bukan soal mencari lawan, melainkan bentuk perlawanan terhadap upaya kudeta terhadap AHY.

"Kami dalam berbagai pernyataan di publik selalu menegaskan kalau ini bukan AHY versus Bapak Presiden Joko Widodo, dan bukan pula biru melawan merah, apalagi Ibu Megawati dan Bapak SBY," ucapnya.

"Ini adalah perjuangan melawan penyalahgunaan kekuasaan, abuse of power, yang dilakukan oleh oknum pejabat penting negara, yang mengancam dan merusak demokrasi kita," sambungnya.

Atas dasar itulah, Herzaky meminta semua pihak berhenti melakukan adu domba terhadap SBY ataupun Megawati. Keduanya, kata dia, merupakan putra-putri bangsa yang harus dihormati.

"Karena itu, kami minta setiap pihak untuk tidak mencoba mengadu domba Bapak SBY dan Ibu Megawati, ataupun mengadu domba Partai Demokrat dan PDIP. Beliau-beliau, Bapak SBY, Ibu Megawati, selaku putra-putri terbaik bangsa yang pernah dipercaya memimpin negeri ini, sudah sepantasnya kita tempatkan di posisi terhormat," ujarnya.

Lebih jauh, Herzaky meminta semua pihak mengedepankan fakta dan data dalam berbicara.

"Partai Demokrat meminta setiap pihak mengedepankan data dan fakta dalam berbicara. Tidak menebar tuduhan tidak berdasar dan fitnah maupun pernyataan yang tidak bisa diverifikasi secara objektif. Rakyat sedang susah, jangan kita malah menambah beban dan pikiran rakyat dengan menyebar berita hoax dan fitnah," sebutnya.

"Mari kita fokuskan energi kita, untuk memperjuangkan harapan rakyat. Mari kita bantu kesulitan rakyat, semampu kita, yang sedang dilanda bencana di berbagai pelosok Indonesia, maupun yang terdampak pandemi COVID-19 dan krisis ekonomi," sambungnya.

Seperti diketahui, perihal SBY bilang Megawati kecolongan ini disampaikan Marzuki Alie dalam YouTube. Menurut Marzuki, pada 2004, SBY saat itu mengajaknya bertemu di hotel dan terjadilah obrolan soal 'Megawati kecolongan' ini.

Marzuki, yang pernah menjabat Ketua DPR, lantas mengulang ucapan SBY dalam pertemuan tempo lalu itu. Menurutnya, SBY menyebut Megawati akan kecolongan karena langkah yang akan dilakukannya saat itu.

"Pak SBY menyampaikan, 'Pak Marzuki, saya akan berpasangan dengan Pak JK. Ini Bu Mega akan kecolongan dua kali ini'. Kecolongan pertama, dia yang pindah. Kecolongan kedua, dia ambil Pak JK. Itu kalimatnya. 'Pak Marzuki orang pertama yang saya kasih tahu. Nanti kita rapat begini-begini'. Ada beberapa yang disampaikan ke saya, 'nanti saya kenalkan ini, nanti gini'," ucap Marzuki Alie dalam video itu yang kemudian mempersilakan pernyataannya dikutip, Kamis (18/2).

(maa/dwia)