Dorong Pembangunan Berkelanjutan, Airlangga Usulkan di Sektor Energi

Abu Ubaidillah - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 19:54 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers skenario pemulihan ekonomi terkait Corona. Skenario pemulihan ekonomi disiapkan hingga tahun depan.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan. Ia pun memberi masukan yang akan mendorong pembangunan berkelanjutan sejalan dengan promosi sektor energi.

"Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, dukungan yang diperlukan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pembangunan lingkungan yang kondusif," ucap Airlangga dalam keterangannya, Kamis (18/2/2021).

Masukan tersebut disampaikan dalam kegiatan virtual yang diselenggarakan International Institute for Sustainable Development (IISD). Adapun masukan dari Airlangga, yang pertama mewujudkan ketahanan energi yang mengarah pada ketersediaan akses energi secara modern bagi setiap warga negara dengan kesetaraan harga di seluruh wilayah.

Kedua, mempercepat penerapan energi terbarukan yang mengarah pada energi bersih. Ini dilakukan melalui pengembangan kendaraan listrik, bahan bakar nabati, dan penggunaan bahan bakar gas untuk transportasi, kelistrikan, serta industri.

Ketiga atau yang terakhir, Airlangga mendorong pembangunan infrastruktur energi dan teknologi yang mengarah pada pemanfaatan energi hijau agar sejalan dengan tujuan sustainable green development. Menurutnya ada 4 faktor yang mendukung ketahanan energi. Di antaranya adalah availability, accessibility, affordability, dan acceptability.

Availability tercermin dari ketersediaan energi di dalam negeri. Sementara accessibility diupayakan untuk membangun infrastruktur energi, terutama untuk daerah tertinggal sehingga bisa mengurangi disparitas antardaerah.

Affordability disebut sebagai kunci. Menurutnya selama pandemi COVID-19 faktor ini menjadi semakin penting, pasalnya berkaitan dengan akses terhadap orang yang tidak mampu atau yang tinggal di daerah terpencil. Sedangkan acceptability diarahkan untuk mendukung kelestarian lingkungan.

"Faktor-faktor yang mendukung ketahanan energi tersebut mengacu pada 3 pilar konsep pembangunan berkelanjutan. Baik dari segi ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan lingkungan," terang Airlangga.

Airlangga juga mengajak para stakeholder terkait untuk bekerja sama mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Pasalnya, menurutnya mewujudkan pembangunan berkelanjutan merupakan tantangan.

"Mewujudkan pembangunan berkelanjutan memang merupakan tantangan, namun dengan kerjasama yang baik dan kesadaran akan pentingnya diharapkan dapat memajukan suatu daerah untuk mencapai kesejahteraan bersama," pungkasnya.

(prf/ega)