Polda Metro Sebut Domain Situs Aisha Weddings Ada di Luar Negeri

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 18:40 WIB
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers di Mapolda Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020) terkait kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Polda Metro Jaya menyatakan kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut dan leher. Hadir dalam keterangan pers tersebut antara lain Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya menemukan titik terang terkait situs Aisha Weddings yang mempromosikan nikah usia dini. Kabar terkini, polisi menyebut bahwa domain situs Aisha weddings ini diduga di luar negeri.

"Masih kita lakukan penyelidikan akunnya, masih kita profiling. Indikasi (domain) akun itu tidak ada di sini, adanya di luar negeri," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (19/2/2021).

Yusri mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait temuan tersebut. Dia menyebutkan identifikasi pemilik situs Aisha Weddings juga masih terus dilakukan.

"Indikasi hasil profiling tidak ada di Indonesia makanya ini masih kita dalami," imbuh Yusri.

Penyelidikan kasus promosi nikah dini dari situs Aisha Weddings memang terus dilakukan polisi. Selain menelusuri akun-akun yang diduga sebagai pembuat situs, polisi telah memeriksa pelapor.

Disna Riantina, selaku pelapor dari kasus tersebut pada Rabu (18/2) telah menjalani pemeriksaan. Disna diperiksa selama 4 jam dengan total dilayangkan 23 pertanyaan oleh penyidik.

Setelah diperiksa, Disna mengatakan pembuat situs tersebut telah teridentifikasi oleh pihak kepolisian.

"Iya kalau menurut hemat kami begitu. Sudah ada titik benang merah indikasi ke arah sana (pemilik situs). Jadi tinggal pendalamannya saja dari pihak penyidik yang nanti akan disampaikan ke publik. Info dari penyidik begitu," kata Disna saat dihubungi detikcom, Rabu (18/2).

Selain itu, Disna mengatakan ada temuan beberapa warga yang pernah menggunakan jasa penyedia layanan pernikahan tersebut. Berbekal hal itu, dia menyebut penyidik sudah cukup untuk menetapkan tersangka bagi pembuat situs Aisha Weddings.

"Kalau informasi yang kami dapat dari penyidik itu ada tapi kami dari pelapor hanya memenuhi unsur-unsur bukti dari pelaporan saja. Kalau kami membiarkan penyidik menggali lebih dalam terkait kasus ini karena memang kewenangan penyidik," terangnya.

"Namun bisa kami sampaikan sampai hari ini ada benang merah yang ditarik penyidik untuk menetapkan tersangka kepada pelaku pembuatnya," sambung Disna.

(ygs/mei)