Golkar soal Latihan TNI Makan Tokek Hidup: Perlu Disesuaikan di Era Pandemi

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 13:28 WIB
Bobby Adhityo Rizaldi
Foto: Bobby Adhityo Rizaldi. (Dok Pribadi).
Jakarta -

Organisasi People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) menyurati Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto terkait kegiatan latihan TNI makan hewan liar di Thailand oleh Cobra Gold. Golkar menilai pelatihan militer Cobra Gold bertujuan agar prajurit TNI siap di segala keadaan.

"Saya rasa pelatihan militer kelas dunia punya standar, apalagi Cobra Gold itu salah satu kegiatan latihan terbesar tahunan di Indo Pacific, dan ini peruntukannya untuk militer yang harus siap di segala medan," kata Ketua DPP Golkar Bobby Adhityo Rizaldi kepada wartawan, Kamis (18/2/2021).

Bobby juga menyoroti pelibatan hewan liar dalam pelatihan bertahan hidup atau survival bagi para prajurit TNI. Ia menilai pelibatan hewan liar tetap harus dilakukan dalam konteks pemenuhan makan bagi prajurit di alam terbuka.

"Tapi utamanya, pelatihan 'survival' di alam bebas termasuk pelibatan hewan liar tersebut, tetap harus dilakukan, sampai ada metode lain ditemukan dalam konteks pemenuhan bahan makan prajurit di kondisi darurat alam terbuka," ucapnya.

Lebih lanjut, anggota Komisi I DPR itu menilai pelaksanaan latihan Cobra Gold perlu menyesuaikan keadaan, khususnya di masa pandemi COVID-19.

"Di era pandemi ini mungkin perlu disesuaikan, karena seperti dilansir, hewan-hewan yang digunakan itu berpotensi menjadi medium penyebaran COVID-19," ujarnya.

"Apakah dengan memberikan vaksin terlebih dahulu pada para pesertanya, atau setelah latihan di observasi (PCR test dan lain-lain), atau hewan liar alamnya diganti," sambungnya.

Diketahui, PETA menyebut ada kekejaman terkait latihan bernama Cobra Gold 2021 itu. PETA menyurati Menhan Prabowo karena TNI ikut serta dalam latihan itu. Latihan yang menyertakan aksi mengonsumsi hewan-hewan liar itu disebut tak lazim karena meminum darah ular kobra, memakan tokek hidup-hidup hingga memakan kalajengking dan tarantula untuk bertahan hidup.

"Selain menimbulkan risiko penyakit berbahaya, latihan Cobra Gold yang melibatkan hewan juga kejam dan tidak praktis. PETA mendesak Menteri Prabowo untuk mengakhiri pembunuhan hewan yang sadis selama Cobra Gold, yang menodai kehormatan Indonesia, membahayakan kesehatan masyarakat, dan membahayakan spesies yang rentan terhadap kepunahan" kata Wakil Presiden Senior PETA, Jason Baker.

Simak juga video 'Panglima: TNI-Polri Siap Dukung PPKM Mikro & Vaksinasi':

[Gambas:Video 20detik]



(hel/gbr)