PDIP Vs PD Panas Lagi Gegara Cerita 'SBY Bilang Megawati Kecolongan'

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 13:19 WIB
jokowi, presiden jokowi, pemakaman bj habibie, habibie meninggal, jokowi di pemakaman bj habibie, jokowi megawati, megawati jokowi, sby megawati, megawati sby, mega sby. sby mega, sby iriana, iriana sby
SBY dan Megawati (Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden)

"Saya mengangkat Pak SBY sebagai Menko Polhukam bukan karena menantu Pak Sarwo Edhie. Saya mengangkat dia karena dia adalah TNI, Tentara Nasional Indonesia. Ada 'Indonesia' dalam TNI sehingga saya tidak melihat dia menantu siapa. Kapan bangsa Indonesia ini maju kalau hanya melihat masa lalu? Mari kita melihat ke depan. Karena itulah menghujat Pak Harto pun saya larang. Saya tidak ingin bangsa Indonesia punya sejarah kelam, memuja presiden ketika berkuasa, dan menghujatnya ketika tidak berkuasa," sebut Hasto mengulang pernyataan Prof Cornelis kepadanya.

Menurut Hasto, apa yang disampaikan Marzuki Alie adalah bagian dari dialektika bagi kebenaran sejarah. "Dengan pernyataan Pak Marzuki itu, saya juga menjadi paham, mengapa Blok Cepu yang merupakan wilayah kerja Pertamina, pascapilpres 2004, lalu diberikan kepada Exxon Mobil. Nah kalau terhadap hal ini, rakyat dan bangsa Indonesia yang kecolongan," sebut Hasto.

Tanggapan Demokrat

Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief menyebut pernyataan Marzuki Alie soal SBY bilang Megawati kecolongan ialah 'pernyataan hantu'. 'Hantu' dalam hal ini 'mengarang bebas'.

"Kenapa hantu, karena Marzuki mengarang bebas. Lebih mengejutkan saya, ternyata ada dendam PDIP terhadap SBY karena sebagai menantu Jenderal Sarwo Edhie Wibowo. Dendam ideologis?" sebut Andi Arief kepada wartawan.

Andi Arief meminta Hasto tak mengadu SBY dengan Megawati. Dia juga berharap tidak ada bully terhadap sosok yang pernah menjabat presiden.

"Sebaiknya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto jangan membentur-benturkan mantan Presiden Ibu Mega dan Pak SBY. Biarlah mereka berdua menjadi panutan bersama, sebagai yang pernah berjasa buat sejarah politik kita. Kader Partai Demokrat sejak lama didoktrin untuk tidak mem-bully mantan presiden," ucap dia.


(gbr/tor)