Tersangka Korupsi Jadi PAW DPRD Bulukumba, Kejaksaan: Proses Hukum Jalan

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 11:52 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Bulukumba - Tersangka korupsi pengadaan kapal nelayan di Bulukumba, Sulsel, Muhammad Sabir tetap dilantik menjadi PAW anggota DPRD Bulukumba. Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba menegaskan proses hukum tetap jalan dan kasus ini akan segera dilimpahkan ke pengadilan.

"Jadi Muhammad Sabir ini tersangka kasus korupsi kapal tahun 2016 dan peristiwanya sendiri di tauhun 2012," kata Kepala Kejaksaan Negeri Bulukumba, Hartam Ediyanto saat dikonfirmasi, Kamis (18/1/2021).

Ediyanto mengakui kasus ini tekah berjalan lama sehingga dirinya telah berinisiatif untuk melanjutkan penyelidikan kasus ini hingga selesai. Dia menegaskan akan ada kepastian hukum atas status Muhammad Sabri.

"Kemudian saya lihat ada perkara ini saya coba teliti dulu kembali, apa yang sudah dikumpulkan selama ini apakah sudah ada alat buktinya dan saya lihat sudah ada dirapatkan alat bukti, baik keterangan bukti saksi dan dokumen," ungkapnya.

Terkait pelantikan Muhamad Sabri, Ediyanto menyebut pihaknya tidak akan masuk pada proses politik di DPRD Bulukumba. Dia hanya memastikan kasus Muhammad Sabri tetap berjalan.

"cuman ada dua orang (tersangka) yang satu kan DPO, jadi biar ada kepastian hukum proses kita tetap lanjutkan. pokoknya kita tidak terkait proses politik biar ada kepastian hukum, proses hukum tetap berjalan," tegas dia.

Dia menyebut pihaknya juga akan segera melimpahkan berkas perkara terhadap Muhammad Sabri ke pengadilan.

"Prinsipnya , segera akan kita limpahkan perkaranya, yang jelas ini kan persiapan pelimpahan ke persidangan kita sedang menyusun surat dakwaan untuk persiapan," ucapnya.

Sebelumnya, Muhammad Sabir dilantik menjadi PAW pada Selasa (16/2) kemarin di kantor DPRD Bulukumba. Dia menggantikan Andi Murniyati Makking yang mengundurkan diri lantaran maju pada Pilkada Bulukumba 2020.

Berdasarkan informasi dari kejaksaan, Muhammad Sabir merupakan tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan kapal nelayan 30GT pada Dinas Perikanan dan Kelautan.

Dalam kasus ini, ada dua orang yang telah dijadikan tersangka. Salah satunya adalah Arifuddin. Namun nama terakhir ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh pihak kejaksaan.

Simak juga Video: Tersangka Korupsi Benur Punya Pesan Buat Menteri KP Baru

[Gambas:Video 20detik]



(tfq/nvl)