ADVERTISEMENT

Round-Up

4 Fakta Kerumunan Barongsai di Pantjoran PIK hingga Pengelola Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 05:47 WIB
Sejumlah warga beraktivitas di Chinatown Pantjoran, Jakarta, Kamis (24/12/2020). Tempat makan di lahan reklamasi itu menggunakan konsep chinatown.
Foto: Pantjoran PIK (Rifkianto Nugroho)

Kerumunan Warga Terjadi Spontanitas

Penyidik Polres Metro Jakarta Utara menyidik kasus kerumunan barongsai di Pantjoran PIK, Penjaringan, Jakarta Utara. Polisi beralasan atraksi barongsai telah memicu kerumunan warga di Pantjoran PIK.

"Kerumunan itu muncul secara mendadak, karena tempat terbuka, tidak bayar pakai karcis, jadi semua bisa ke sana. Dan yang menimbulkan kerumunan lagi adalah bunyi-bunyian barongsai itu yang memancing masyarakat untuk mendekat dan pengen lihat," kata Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi saat dihubungi detikcom,Rabu (17/2/2021).

Adapun atraksi barongsai itu terjadi di sebuah panggung di sentra kuliner di Pantjoran PIK. Atraksi barongsai itu kemudian menimbulkan kerumunan warga yang ingin menonton.

"Awalnya mereka pada makan tapi, masyarakat jadi ingin melihat. Padalah panggung itu bukan untuk panggung barongsai. Panggung itu untuk orang berfoto Sebenarnya. Nah itu yang dipakai barongsai dan di situ yang menimbulkan kerumunan luar biasa," jelas Nasriadi.

Nasriadi mengungkap pengelola tidak merencanakan kerumunan tersebut. Meski begitu, pengelola dinilai bertanggung jawab atas kerumunan yang timbul akibat atraksi barongsai.

"Jadi semuanya itu tidak direncanakan atau dibuat untuk sengaja membuat kerumunan. Namun gimana ceritanya, pihak pengelola harus bertanggung jawab dari apa yang terjadi itu," tutur Nasriad.

Di halaman selanjutnya, simak izin usaha Pantjoran PIK terancam dicabut, simak di halaman selanjutnya

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT