Kejagung Koordinasi dengan BSSN soal Dugaan Peretasan Database

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 23:18 WIB
kejahatan cyber
Ilustrasi Peretasan (Internet)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) angkat bicara perihal kabar database Kejaksaan RI yang diduga diretas. Kejaksaan meminta semua pegawai mengganti kata sandi agar tidak terjadi penyalahgunaan data.

"Kejaksaan RI melalui pusat data statistik kriminal dan teknologi informasi (Pusdaskrimti) sudah melakukan langkah antisipatif dengan mengimbau pengguna untuk mengganti password agar tidak terjadi penyalahgunaan aplikasi," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangan pers tertulis, Rabu (17/2/2021).

Kejagung menyatakan semua aplikasi dan sistem berjalan normal. Pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memastikan apakah peretasan yang beredar itu merupakan kasus lama atau kasus baru.

"Semua aplikasi dan sistem sudah dicek dan diketahui dalam keadaan normal. Selanjutnya Pusdaskrimti sedang menelusuri apakah hal ini merupakan data peretasan lama atau kasus baru, sampai dapat dipastikan hasil koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Adhyaksa Monitoring Centre (AMC)," kata Leonard.

Tim teknologi informasi Kejagung saat ini masih terus bekerja dan menindaklanjuti informasi dugaan peretasan database Kejaksaan RI tersebut.

"Sampai saat ini Tim Teknologi Informasi pada Pusdaskrimti Kejaksaan Agung terus berkomunikasi dengan BSSN untuk menindaklanjuti informasi peretasan tersebut

Diberitakan sebelumnya, dikutip dari CNNIndonesia.com, database Kejaksaan RI dilaporkan telah diretas oleh hacker bernama Gh05t666nero. Database tersebut pun telah diunggah ke https://raidforums.com/.

Berdasarkan unggahan peretas, terlihat data yang diretas berisi nama lengkap, nomor telepon, alamat e-mail dengan domain @kejaksaan.go.id, jabatan, pangkat kepegawaian, hingga nomor pegawai.

Simak berita selengkapnya soal dugaan peretasan database Kejagung di halaman berikutnya.