Round-Up

Sindiran Lewat Bunga Saat Aceh Jadi Provinsi Termiskin Se-Sumatera

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 22:40 WIB
Deretan karangan bunga juara termiskin di Sumatera terpasang di depan kantor Gubernur Aceh.
Foto: Deretan karangan bunga di depan kantor Gubernur Aceh (Agus Setyadi-detikcom)
Jakarta -

Sindiran lewat karangan bunga soal Aceh menjadi provinsi termiskin di Sumatera memantik perhatian publik. Balasan kemudian datang dari Pemprov Aceh yang meminta semua pihak memaklumi kondisi ekonomi di masa pandemi.

Karangan bunga berupa sindiran Aceh provinsi termiskin di Sumatera itu berjejer di depan kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh, Rabu (17/2/2021). Tulisannya pun beragam.

Salah satu tulisan di karangan bunga yaitu 'Selamat Sukses Kepada Pemerintah Aceh Atas Prestasi Provinsi Termiskin se-Sumatera'. Di bawahnya tertera pengirim 'rakyat Aceh'.

Selain itu, ada juga tulisan 'Selamat Sukses Kepada Gubernur Aceh Yang Telah Berhasil Merebut Kembali Juara Termiskin se-Sumatera'. Di papan bunga lain tertulis 'Terima Kasih Pak Gubernur Telah Mempersembahkan Juara 1 Termiskin se-Sumatera' dan pengirimnya tertulis 'Mantan Penjilat'.

Warga yang mengirimkan karangan bunga bernada sindiran itu pun angkat bicara. Karangan bunga itu disebut sebagai bentuk kritik sosial.

"Ini inisiatif saya, tetapi saya meminta kawan-kawan yang punya kesepahaman untuk menyumbang papan bunga. Ada yang sumbang satu papan bunga, ada yang sumbang dua papan bunga," kata Syakya kepada wartawan, Rabu (17/2).

Syakya menyebut, pihaknya sengaja mengirim karangan bunga karena tidak dapat menyampaikan aspirasi lewat demo. Menurutnya, penyumbang papan bunga tersebut sepakat ada masalah besar dalam tata kelola Pemerintah Aceh.

"Terutama penggunaan anggaran untuk penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi," jelas Syakya.

"Hari ini, kita ingin kritik sosial kepada jajaran Pemerintah Aceh, terutama Gubernur Aceh sebagai pengambil kebijakan dalam wujud papan bunga ini," sambungnya.

Menurutnya, selama pandemi COVID-19 Pemerintah Aceh mengalihkan dana Rp 1,5 triliun yang diperuntukkan untuk bantuan sosial masyarakat terdampak Corona. Anggaran itu bersumber dari APBA 2020.

"Tetapi, anggaran yang sudah ditetapkan Gubernur Aceh, tidak dicairkan, dibuat menjadi silpa. Seandainya angggaran itu dicairkan, mungkin angka kemiskinan di Aceh tidak akan terdongkrak terlalu tinggi," sebutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2