Round-Up

Buka-bukaan Menkes Saat Positivity Rate Corona Alami Kenaikan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 21:37 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Wamenkes Dante Saksono Harbuwono memimpin rapat koordinasi pimpinan di Kemenkes RI.
Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Kemenkes)
Jakarta -

Positivity rate Corona di Indonesia mengalami kenaikan. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin angkat bicara penyebab tingginya positivity rate serta faktor yang diduga mempengaruhinya.

Pernyataan ini disampaikan BGS, sapaan Budi, merespons positivity rate Corona yang mencapai angka 18,4 persen per hari Selasa (16/2/2021). Padahal, menurut standar WHO, ambang batas positivity rate Corona adalah 5 persen.

BGS mengatakan tingginya positivity rate Corona terjadi karena pada masa libur atau libur panjang, jumlah orang yang dites lebih sedikit sehingga angka positivity rate menjadi tinggi.

"Banyak yang bertanya mengenai positivity rate tinggi akhir-akhir. Memang positivity rate tinggi, khususnya di hari libur jumlah yang dites turun, akibatnya kasus terkonfirmasi juga turun dan positivity rate naik," kata BGS dalam konferensi pers virtual di akun YouTube Kemenkes, Rabu (17/2/2021).

"Even (bahkan) dalam kondisi normal, angka positivity rate di Indonesia pada kisaran 20-an ini masih tinggi. Harusnya positivity rate yang bagus di bawah 5 (persen). Kami analisa apakah positivity rate tinggi karena masalah lonjakan confirmed case di Indonesia," ujar BGS.

BGS mencontohkan tingginya positivity rate Corona pada masa libur tahun baru 2021. Kemudian pada akhir pekan 10-11 Januari, 17-18 Januari, hingga 31 Januari-1 Februari.

"Dari data positivity rate dan juga data kasus, untuk setiap liburan selalu turun. Misalnya 1 sampai 4 Januari, jumlah testing-nya rendah, jumlah positivity rate tanggal 1, tanggal 2 tinggi. kita lihat tanggal 10-11 Januari, itu weekend, positivity rate-nya naik, kemudian turun lagi. Kita lihat tanggal 17-18 Januari, itu weekend, testing turun, positivity rate naik," paparnya.

Cara menghitung positivity rate Corona adalah jumlah total kasus positif Corona dibagi dengan jumlah orang yang dites dan dikalikan 100. Nah yang terakhir, periode libur panjang adalah pada saat libur Imlek.

"Karena setiap hari libur, jumlah testing-nya turun, sehingga penyebutnya turun, positivity rate-nya naik. Kebetulan di empat hari terakhir ini karena liburannya agak panjang, libur Imlek, makanya kemudian positivity rate naik terus," kata BGS.

Lalu, apa saja hipotesis yang mempengaruhi positivity rate Corona di Indonesia? Simak di halaman berikutnya.

Saksikan juga 'Waspada! Positivity Rate Corona di Indonesia Meningkat Jadi 18,1%':

[Gambas:Video 20detik]