Kapolda NTT Soroti Kasus Gadis 15 Tahun Bunuh Sepupu karena Dicabuli

Audrey Santoso - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 19:56 WIB
ilustrasi pembunuhan
Ilustrasi Penusukan (dok. detikcom)
Kupang -

Seorang gadis remaja di Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan pembunuhan terhadap sepupunya yang berusia dewasa. Kepada polisi, gadis berusia 15 tahun mengaku telah dicabuli oleh sepupunya tersebut.

Pengungkapan kasus ini berawal dari penemuan sesosok mayat pria di tengah hutan. Polisi mendapati luka akibat benda tajam pada leher korban.

"Benar pada hari Kamis tanggal 11 Februari 2021 sekitar pukul pukul 22.00 Wita, mendapat informasi dari Polsek Kualin bahwa telah ditemukan sesosok jenazah laki-laki di Bitan, Desa Oni, Kecamatan Kualin, Kabupaten TTS, tepatnya di Hutan Haikmeu," kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna kepada detikcom, Rabu (17/2/2021).

Krisna mengatakan mayat pria tersebut ditemukan dalam posisi sujud sambil memegang dua pasang sandal warna hijau dan hitam. Polisi juga menemukan sebuah tas berwarna hitam di dekat korban.

"Langkah selanjutnya yaitu melakukan interogasi kepada para saksi yang mengetahui kejadian tersebut dan juga saksi yang bertemu dengan korban sebelum korban di temukan meninggal dunia. Setelah di lakukan interogasi kepada para saksi dan juga hasil olah TKP, didapati petunjuk yang melakukan pembunuhan terhadap diri korban adalah seorang gadis remaja itu, yang merupakan sepupu korban" jelas Krisna.

Gadis remaja itu mengaku melakukan pembunuhan lantaran korban mencabulinya pada Mei 2020. Dia menuturkan korban sering membeli minuman keras di rumah pelaku. Korban selalu menyampaikan akan menjadikan gadis tersebut sebagai istri keduanya.

"Kemudian hari Rabu, tanggal 10 Februari 2021, sekitar pukul 13.00 Wita, korban menuju ke rumah tersangka untuk membeli minuman keras (laru putih), dan saat itu korban sempat mengajak tersangka untuk bertemu di pinggir laut, setelah itu korban langsung keluar menuju ke pinggir pantai yang berjarak 20 meter dari TKP," jelas Krisna.

"Dan beberapa saat kemudian tersangka pun pergi, mengikuti korban dengan membawa sebilah pisau dan parang. Namun saat itu pisau disimpan oleh tersangka di saku belakang celana tersangka," sambung Krisna.

Krisna menyampaikan, menurut pengakuan pelaku, korban sempat mencabuli pelaku sebanyak satu kali. Setelah itu korban hendak mencabuli pelaku kembali.

"Tersangka tidak mau (disetubuhi) dan saat itu korban memaksa tersangka, sehingga tersangka langsung menikam korban dengan menggunakan sebilah pisau yang disimpan oleh tersangka di saku belakang celana tersangka. Setelah itu tersangka langsung pergi meninggalkan korban," terang Krisna.

Kasus ini menjadi perhatian Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif. Krisna mengatakan Irjen Latif memerintahkan penanganan kasus ini dilakukan secara hati-hati, menimbang pelaku merupakan anak di bawah umur dan mengaku membunuh korban karena tindakan asusila korban. Polisi mengamankan pelaku ke panti milik Dinas Sosial.

"Yang jelas, arahan dari Bapak Kapolda agar penyidik menangani kasus ini secara presisi, secara proporsional, transparan, berkeadilan. Karena pelaku merupakan anak di bawah umur, maka hak-haknya sebagai perempuan di bawah umur juga harus terpenuhi. Kapolda juga memerintahkan polwan dan psikolog untuk mendampingi pelaku," tandas Krisna.

Saksikan juga 'Begini Pengakuan Guru Ngaji di Cianjur yang Cabuli 5 Muridnya':

[Gambas:Video 20detik]

(aud/jbr)