DPRD Kota Surabaya Reses, Serap Aspirasi Lewat Virtual

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 17:22 WIB
DPRD Kota Surabaya
Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono melihat pengaduan kampung rentan banjir di Kelurahan Margorejo (Foto: DPRD Kota Surabaya)
Jakarta - DPRD Kota Surabaya kembali melakukan kegiatan reses dengan bertemu masyarakat yang dilakukan secara virtual atau daring. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyerap aspirasi kepentingan masyarakat dan mengartikulasikan dalam kebijakan pembangunan di Kota Surabaya.

"Secara keseluruhan reses dijalankan dengan virtual atau daring. Dan, kalau ada yang hadir fisik, tidak boleh lebih dari 30 orang. Serta tempatnya harus memadai, dan mematuhi protokol kesehatan," kata Ketua DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan Adi Sutarwijono dalam keterangan tertulis, Rabu (17/2/2021).

Berbagai kalangan masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini di antaranya, pengurus kampung yaitu RT, RW, LPMK, lalu kader-kader perempuan penggerak kegiatan ibu dan anak, karang taruna, kader partai politik, dan juga lapisan warga masyarakat lain.

"Selain menyerap aspirasi pembangunan, pimpinan dan anggota DPRD Surabaya juga menjelaskan kebijakan-kebijakan Pemkot Surabaya. Termasuk kewaspadaan terhadap COVID-19, pemberlakuan PPKM Mikro, dan vaksinasi yang digencarkan pemerintah," ungkap Adi Sutarwijono.

Adi juga menjalankan reses di 6 kecamatan Surabaya Timur, yang di antaranya, Tenggilis Mejoyo, Mulyorejo, Wonocolo, Sukolilo, Gununganyar Tambak dan Rungkut. Ia pun memberi semangat kepada warga masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari sembari mengingatkan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Dia menerangkan, saat ini Surabaya sudah di zona kuning dan angka positif COVID-19 terus ditekan turun.

"Mudah-mudahan kita berhasil memasuki zona hijau. Itu semua membutuhkan kedisiplinan dari berbagai pihak, serta kerja keras seluruh aparatur pemerintah, TNI-Polri, yang didukung seluruh masyarakat," ujar Adi.

Dalam kegiatan reses tersebut, DPRD Kota Surabaya menerima curahan pendapat dari warga masyarakat, terutama tentang lesunya perekonomian selama masa pandemi COVID-19 yang berdampak pada banyaknya pekerja yang terkena PHK, pengurangan jam kerja, dan diliburkan.

"Bisa dimaklumi, karena kebutuhan kerja sangat berhubungan langsung dengan pemenuhan kebutuhan keluarga," imbuh Adi.

Masyarakat juga menyampaikan kebutuhan pembangunan fisik, seperti perbaikan jalan atau pavingisasi, pembenahan saluran air, kebutuhan rumah susun, kebutuhan penerangan jalan umum (PJU). Juga pengurukan makam, pengerukan saluran air, pendidikan, pelaku usaha UMKM, perbaikan balai pertemuan, soal pertanahan, dan sebagainya.

Dalam kesempatan itu Adi Sutarwijono juga mengatakan salah satu aspek reses adalah menampung keluhan-keluhan warga.

"Ibaratnya: pahit, asem, manis, semua ditampung. DPRD Kota Surabaya akan terus memperjuangkan kepentingan warga," tandas Adi.

Adi Sutarwijono juga meninjau langsung kampung-kampung yang mengeluhkan banjir, jalan rusak dan PJU padam. Salah satunya Adi melihat kampung di Kelurahan Margorejo, Kecamatan Wonocolo.

"Setiap hujan, air selalu menggenang. Sampai sebatas lutut dan masuk rumah. Kami sudah berusaha menanggulangi dengan pembuatan biopori, tapi tidak cukup menampung air. Kami butuh saluran air agar tidak banjir," ujar Ketua RT di Margorejo, Ratna.

Tonton juga Video: Perilaku Virtual Diprediksi Masih Mendominasi di 2021

[Gambas:Video 20detik]



(fhs/ega)