Polisi Tangkap 3 Pelaku Penipuan Online di Bali, Dijerat UU ITE

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 15:49 WIB
Polisi tangkap 3 pelaku penipuan di Bali yang berpura-pura menjadi saudara korban untuk meminta uang
Polisi tangkap 3 pelaku penipuan di Bali yang berpura-pura menjadi saudara korban untuk meminta uang. (Foto: dok. Istimewa)
Bali - Polres Klungkung menangkap tiga kawanan pelaku kasus penipuan melalui media elektronik. Tiga pelaku itu adalah KEMY alias Edi Kenyot, KWB alias Sentit, dan Inisial MW alias Kopet.

Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Ario Seno Wimoko, mengatakan penangkapan pelaku berawal adanya laporan dari korban bernama Ni Made Candra Ayustina (25). Korban dimintai uang oleh pelaku yang berpura-pura menjadi saudara sepupu.

"Dari hasil penyelidikan, pelaku melakukan penipuan dengan modus pelaku menghubungi korban Ni Made Candra Ayustina melalui akun Instagram sepupunya atas nama Ni Kadek Septia Cahyani. Pelaku kemudian meminta sejumlah uang kepada korban dengan alasan untuk pembayaran agen agar tidak kena penalti ke Jepang sebesar Rp 3.400.000. Selanjutnya korban mentransfer sejumlah uang ke rekening bank milik pelaku inisial MW alias Kopet," kata Ario.

Kemudian pelaku kembali meminta uang sebesar Rp 2 juta. Karena merasa curiga, korban lalu melaporkan hal itu ke polisi.

"Setelah itu beberapa saat kemudian dari akun Instagram Ni Kadek Septia Cahyani kembali meminta uang kepada korban sebesar Rp 2 juta. Namun korban tidak bersedia memberikannya dan merasa curiga telah ditipu oleh akun Instagram Ni Kadek Septia Cahyani. Korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Klungkung," ujar Ario.

Dari ketiga pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 3 unit unit HP, 2 buah SIM card, dan satu buku tabungan atas nama pelaku serta uang tunai sebesar Rp 200 ribu. Ketiganya dijerat pasal UU ITE.

"Kepada ketiga tersangka kita akan jerat dengan Pasal 45a ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo Pasal 55 ayat (1) KUHP," tutur Ario. (eva/eva)