Rusak Fasilitas PN Bengkulu, Sekelompok Nelayan Dilaporkan ke Polisi

Hery Supandi - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 14:53 WIB
Nelayan Rusak PN Bengkulu
Nelayan Rusak PN Bengkulu (Foto: Istimewa)
Bengkulu -

Sekelompok nelayan tradisional dilaporkan ke Polres Bengkulu. Para nelayan tersebut dipolisikan karena diduga merusak fasilitas di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu.

Informasi itu dibenarkan oleh Humas PN Bengkulu Hascaryo. Insiden perusakan itu terjadi usai persidangan kasus alat tangkap trawl dengan empat terdakwa pada Selasa (16/2) kemarin.

"Kami sudah membuat laporan ke Polres Kota Bengkulu. Pada saat kejadian ada sekitar 40 atau 50 orang yang melakukan perusakan," kata Hascaryo kepada wartawan di Bengkulu, Rabu (17/2/2021).

Hascaryo menjelaskan perusakan itu bermula saat massa sekelompok nelayan itu memprotes tuntutan JPU terhadap empat terdakwa yang dinilai terlalu rendah. JPU diketahui menuntut empat orang terdakwa pengguna alat tangkap trawl 10 bulan penjara dan denda sebesar Rp 100 juta. Nelayan menganggap tuntutan itu tak memenuhi rasa keadilan.

Hascaryo mengatakan pihaknya melampirkan beberapa rekaman CCTV sebagai bukti pelaporan ke polisi. Saat ini garis polisi telah dipasang di beberapa ruangan.

"Estimasi kerusakan benda milik negara ini belum diketahui, kita akan dilakukan melakukan inventarisir terlebih dulu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu baik hakim, panitera maupun JPU," ungkap Hascaryo.

Hascaryo menambahkan polisi memasang garis polisi atau police line di beberapa ruangan gedung persidangan PN Bengkulu. Pihaknya meminta kepolisian membantu mengamankan jalannya persidangan agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

Lihat Video: Massa Rusak Fasilitas Publik di Kendari, Polisi Turun Tangan

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)