Program Kampus Mengajar Akan Diperbesar Kuotanya Jika Bacth I Sukses

Puti Yasmin - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 10:03 WIB
Plt Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Nizam
Foto: Siti Fatimah/Program Kampus Mengajar Akan Diperbesar Kuotanya Jika Bacth I Sukses
Jakarta -

Pendidikan masih menjadi isu hangat di Indonesia, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pun berupaya mengatasi hal ini, salah satunya dengan meluncurkan program Kampus Mengajar.

Kampus Mengajar sendiri merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar. Program ini baru saja dirilis pada Selasa, (9/2/2021) kemarin oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Dikutip dari laman Kampus Merdeka, pendaftaran program ini dibuka dari tanggal 9-21 Februari 2021. Pengumuman seleksi tahap I dilakukan pada 24 Februari, selanjutnya pengumuman hasil seleksi akhir pada 12 Maret 2021.

Selanjutnya, para mahasiswa terpilih akan mendapatkan pembekalan mulai tanggal 15-21 Maret 2021. Setelah itu, penugasan ke SD terpilih dilakukan pada 22 Maret-25 Juni dan terakhir penarikan mahasiswa pada 26 Juni 2021.

Untuk mengetahui program Kampus Mengajar lebih dalam, detikcom berkesempatan mewawancarai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) Kemdikbud Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D.

Berikut kutipan wawancara khusus detikcom dengan Prof Nizam:

Kemdikbud baru meluncurkan program Kampus Mengajar. Boleh diceritakan latar belakang dan tujuan program Kampus Mengajar seperti apa Pak?

Selama masa pandemi ini pembelajaran terpaksa dilakukan dari rumah. Untuk siswa SMA atau SMK dan mahasiswa relatif mudah beradaptasi. Tapi untuk anak-anak SD tentu sangat berat. Guru-guru kesulitan untuk bisa memberikan pendidikan bagi anak-anak. Selain karena kendala teknologi juga keterbatasan SDM. Banyak guru melakukan kunjungan ke rumah siswa agar pembelajaran dapat berjalan. Tentu sangat berat untuk bisa menjangkau banyak siswa. Sementara mahasiswa yang saat ini melakukan pembelajaran dari rumah masih tinggal di rumah masing-masing. Nah, kita sinergikan antara masalah dan peluang. Mahasiswa bisa membantu guru-guru mengajar adik-adiknya di SD terdekat atau di sekitar rumahnya. Itulah latar belakang program kampus mengajar di masa pandemi ini. Sebetulnya sebelum pandemi, program kampus mengajar sudah dirancang sebagai salah satu bentuk kegiatan kampus merdeka. Mahasiswa diterjunkan di SD atau SMP utk membantu guru menguatkan literasi dan numerasi serta pengenalan literasi digital pada anak-anak kita di pelosok. Jadi program kampus mengajar di masa COVID-19 ini merupakan adaptasi dari program Kampus Mengajar sebagai bagian dari program Kampus Merdeka.

Berapa jumlah kuota untuk program Kampus Mengajar angkatan I Pak? Lalu, untuk jumlah pendaftar saat ini ada berapa beserta target pendaftarnya?

Pada batch I ini kuotanya 15 ribu mahasiswa. Sampai dengan pagi ini mahasiswa yang sudah mendaftar sudah ada 48.657 orang

Seperti apa pelaksanaan Kampus Mengajar Pak? Lalu, apakah mahasiswa harus berkolaborasi dengan guru setempat atau mengajar secara mandiri?

Programnya berjalan selama 4 bulan. Mahasiswa mengajar 6 jam sehari. Kegiatan mahasiswa meliputi, membantu pembelajaran literasi dan numerasi, membantu adapasi teknologi, membantu administrasi, sosialisasi produk pembelajaran Kemendikbud (modul, AKSI, dan lain-lain), sosialisasi program-program kementerian, duta edukasi perubahan perilaku. Selama melakukan kegiatan tersebut mahasiswa pada dasarnya membantu atau mendampingi guru. Mahasiswa juga dibimbing oleh dosen pembimbing dari kampus

Kementerian memberikan bantuan gawai ke sekolah-sekolah, tapi belum semua. Jadi untuk program ini masih lebih banyak berdasar gawai yang ada atau yang sudah dimiliki.

Boleh disebutkan kriteria tertentu dalam pemilihan sekolah yang berpartisipasi dalam program Kampus Mengajar?

Sekolah yang menjadi sasaran program kampus mengajar adalah SD dengan akreditasi C dan diprioritaskan yang berada di daerah 3T. Tapi, SD lain yang memerlukan juga dapat diikutkan.

Adakah prioritas kampus yang akan dipilih mengingat sasaran mengajar untuk daerah 3T?

Kampus asal mahasiswa tidak dibatasi, asal kampusnya legal. mahasiswa dari mana pun dapat mendaftar dan mengikuti seleksi program kampus mengajar. Yang penting lokasi tempat tinggal mahasiswa dekat dengan SD sasaran

Apa saja syarat mahasiswa yang ingin mengikuti program ini? Lantas, bagaimana cara mendaftarnya, boleh dijelaskan Pak?

Syarat peserta adalah mahasiswa aktif minimal semester 5. Selain itu kriteria untuk mengikuti program ini adalah, memiliki IPK minimal 3 (dari skala 4), diutamakan memiliki pengalaman mengajar atau berorganisasi, dan mendapat rekomendasi dari kampus. Mahasiswa bisa mendaftar melalui laman https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/kampusmengajar2021

Mahasiswa yang ikut bakal dapat insentif dan bantuan >>>> Klik halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2