Membahayakan, Gedung Sekolah di Mamuju yang Ambruk karena Gempa Dibongkar

Abdy Febriady - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 19:43 WIB
Gedung sekolah di Mamuju dibongkar (Abdy/detikcom)
Gedung sekolah di Mamuju dibongkar. (Abdy/detikcom)
Mamuju - Pembongkaran bangunan sekolah yang terkena dampak gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat, terus dilakukan. Selain mengerahkan alat berat, pembongkaran dilakukan secara manual menggunakan tenaga manusia.

Salah satu yang dibongkar ialah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Taloba, Dusun Salumatti, Desa Takandeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju. Sejumlah pria dewasa tampak melakukan pembongkaran tiga bangunan ruang kelas yang ambruk akibat guncangan gempa.

Pihak sekolah berharap pemerintah setempat segera melakukan upaya untuk menyiapkan gedung darurat agar para murid dapat kembali belajar seperti semula.

Apalagi selama masa pandemi COVID-19, pihak sekolah tetap memanfaatkan ruang kelas, untuk melaksanakan proses pembelajaran secara tatap muka, kendati dengan jumlah murid yang terbatas.

"Kami mengharapkan supaya dinas kabupaten supaya bertindak secepatnya, karena proses belajar itu diadakan di sekolah, sifatnya luring (luar jaringan)," kata salah seorang guru, Ridwan, kepada wartawan, Selasa (16/02/2021).

Proses belajar tatap muka terbatas terpaksa dilakukan di sekolah karena permintaan orang tua murid. Mereka menilai kegiatan belajar online tak efektif.

"Ada dua kami lakukan, karena di sini tidak ada akses internet juga tidak ada handphone-nya anak-anak, jadi (belajar tatap muka) biasa kita lakukan di rumah biasa juga kita lakukan di sekolah, tetapi kalau dilakukan di rumah kayaknya tidak efektif, sudah beberapa bulan kami lakukan di rumah tidak efektif, makanya kami lakukan di sekolah. Menurut orang tua siswa, jika dilakukan di rumah anak tidak serius belajar," bebernya.

Pasca-guncangan gempa bumi, banyak relawan yang berdatangan ke sekolah ini untuk membantu para murid belajar, kendati dengan kondisi seadanya.

"Untung karena ada relawan yang mengajarkan anak-anak, itu pun terbatas, " tutup Ridwan.

Berdasarkan pantauan wartawan, SDN Taloba memiliki 6 ruang kelas, tiga di antaranya ambruk, sisanya dalam kondisi rusak parah serta rawan untuk dimanfaatkan kembali.

Kerusakan itu diakibatkan gempa bumi berkekuatan magnitude (M) 6,2 mengguncang Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju, Jumat (15/01) lalu. Gempa merenggut sedikitnya 107 korban jiwa, menyebabkan ribuan warga luka-luka, dan puluhan ribu lain terpaksa mengungsi karena kehilangan tempat tinggal. (isa/isa)