ADVERTISEMENT

Ini Pertimbangan Jaksa Tuntut Irjen Napoleon 3 Tahun Penjara

Zunita Putri - detikNews
Senin, 15 Feb 2021 16:53 WIB
Djoko Tjandra kembali menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo hadir sebagai saksi.
Irjen Napoleon (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Jaksa menuntut Irjen Napoleon Bonaparte 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan. Apa alasan jaksa menuntut Napoleon 3 tahun penjara?

"Hal memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam rangka penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari korupsi, perbuatan terdakwa merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum," ujar jaksa saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (15/2/2021).

Selain pertimbangan memberatkan, jaksa menguraikan hal meringankan. Jaksa menyebut Napoleon belum pernah dihukum dan sopan.

"Terdakwa sopan di persidangan, terdakwa belum pernah dihukum," katanya.

Jaksa menyebut Irjen Napoleon terbukti bersalah terima suap dalam upaya penghapusan nama Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra di red notice.

Jaksa meyakini Napoleon terbukti menerima SGD 200 ribu dan USD 370 ribu dari Djoko Tjandra. Jaksa menyebut perbuatan Napoleon salah karena sebagai polisi tidak menangkap Djoko Tjandra saat menjadi buron kasus hak tagih (cessie) Bank Bali.

Atas dasar itu, Napoleon diyakini jaksa melanggar Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(zap/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT