Legislator NasDem Usul Konten Edukasi Prokes Disisipkan di Skenario Sinetron

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 15 Feb 2021 16:27 WIB
Farhan.
Foto: Politisi NasDem Farhan. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Deddy Corbuzier mengkritik Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait protokol kesehatan (prokes) pemakaian masker di acara talkshow dan sinetron. Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem Farhan mengusulkan agar konten edukasi penerapan protokol kesehatan menjadi bagian dari skenario sinetron.

"Saatnya sekarang KPI menekan stasiun TV nasional agar menerapkan prokes ketat di lokasi shooting dan meminta para kreator sinetron agar menyisipkan konten edukasi prokes mencegah COVID-19 dalam skenario ceritanya," ujar Farhan kepada wartawan, Senin (15/2/2021).

Anggota Komisi I DPR RI itu menilai para pembuat sinetron dapat menunjukkan bukti terkait penerapan prokes COVID-19. Misalnya, kata Farhan, dengan adanya klip atau disclaimer terkait hasil tes swab antigen sebelum syuting.

"Para pembuat sinetron dan film bisa menunjukkan klip atau disclaimer bahwa mereka melakukan swab antigen sebelum shooting, sehingga penonton tahu bahwa shooting dilakukan di lingkungan yang risiko penularan COVID-19 yang rendah," ujarnya.

Lebih lanjut, Farhan dapat memaklumi jika masker tidak digunakan secara intens untuk kepentingan industri kreatif seperti sinetron. Namun, menurutnya, hal itu dapat dilakukan dalam batasan kewajaran tertentu.

"Pada saat bersamaan kita juga perlu memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa untuk kepentingan kreatif terkadang perlu membuka masker, tentu dalam batas kewajaran," tuturnya.

Menurut Farhan, persoalan di industri kreatif seperti sinetron itu perlu diselesaikan dengan cara yang kreatif. Ia berharap penindakan terkait prokes tidak dilakukan melalui represif.

"Masalah dunia kreatif harus diselesaikan dengan cara kreatif, bukan cara represif atau nyinyiran," kata dia.

Simak kritik Deddy Corbuzier kepada KPI di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2