Implementasi PPKM Mikro, Ini Program Kampung Siaga di Kota Semarang

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Minggu, 14 Feb 2021 19:37 WIB
Pemkot Semarang
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta -

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meyakini tak akan kesulitan dalam mengimplementasikan PPKM skala mikro. Sebab sejak awal pandemi COVID-19, Pemkot Semarang telah memiliki Kampung Siaga Candi Hebat. Ia menjelaskan, program Kampung Siaga Candi Hebat kini telah berjalan pada 365 titik di Kota Semarang.

Adapun diketahui sebelumnya bahwa PPKM skala mikro telah diberlakukan oleh Pemerintah Pusat RI. Mulai pada 9 Februari 2021 hingga 22 Februari 2021 pada sebagian wilayah di 7 Provinsi.

"Ada di tiap kelurahan, bahkan lebih, karena jumlah kelurahan di Kota Semarang saja hanya 177. Kita akan berupaya terus memonitor agar masyarakat dapat mengaktifkan dan mengoptimalkan program ini, supaya menjadi bagian dari upaya implementasi PPKM mikro di Kota Semarang," jelas Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, dalam keterangan tertulis, Minggu (14/2/2021).

Hendi melanjutkan dalam Kampung Siaga Candi Hebat tersebut masyarakat bergotong royong dalam menangani pandemi. Salah satunya siaga dalam hal kesehatan dengan mengakomodir kebutuhan masyarakat terkait kesehatan seperti penerapan protokol kesehatan, kontak rumah sakit, dan lain-lain.

Ia pun menambahkan, di sektor siaga keamanan berbagai upaya telah dilakukan dalam kaitannya dengan koordinasi ronda keliling, pengawasan kepada para pendatang, dan komunikasi dengan aparat.

Selain itu, lanjutnya, ada pula siaga logistik yang mengakomodir kebutuhan konsumsi warga, lumbung makanan, dapur umum dan distribusi bantuan. Serta siaga sosial ekonomi yang bergerak dalam menumbuhkan UMKM setempat dan pelatihan keterampilan. Juga siaga komunikasi yang bertugas dalam penyampaian informasi yang akurat mengenai COVID-19.

"Karenanya di tiap kampung pasti diberlakukan protokol kesehatan seperti cuci tangan dengan sabun dan pengecekan suhu tubuh serta tempat isolasi. Di dalamnya pun ada kegiatan gotong royong antar warga terkait pangan seperti dapur umum dan pembagian bantuan sembako, serta aktivitas lain yang berada di bawah pengawasan ketat dari tokoh-tokoh yang bergerak dalam kampung siaga candi hebat tersebut," papar Hendi.

Di sisi lain, Hendi pun bersyukur saat ini masyarakat masih kompak dan semangat dalam mendukung penerapan regulasi PPKM mikro, serta tetap berupaya mengaktifkan UMKM di Kota Semarang.

(ega/ega)