Angka COVID-19 Turun, Wali Kota Hendi Longgarkan PPKM Semarang

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 17:33 WIB
Hendrar Prihadi
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta -

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan bahwa kasus COVID-19 di Kota Semarang mulai mengalami penurunan. Jika sebelumnya tercatat ada lebih dari 100 kasus baru setiap hari, kini tren tersebut turun menjadi 86 kasus per hari.

"Cukup menggembirakan, pertama tingkat penambahan pasien COVID-19 di Kota Semarang sekarang sudah di bawah 100," tutur Hendi dalam keterangan tertulis, Senin (8/2/2021).

"Pada tanggal 25 Januari lalu total kasus aktif ada di angka 786 orang, kemudian angka yang terkonfirmasi positif COVID mengalami penurunan, tepatnya pada tanggal 7 Februari menjadi 665," terangnya.


Walau angka statistik kasus COVID-19 menunjukkan tren positif, namun Hendi meminta agar masyarakat jangan lengah dan tetap waspada terhadap penyebaran virus Corona.

"Tapi sedulur-sedulur tetap harus meningkatkan kewaspadaan, salah satunya dengan mengurangi mobilitas dan disiplin menjalankan protokol kesehatan," tegasnya.

Merespons hal ini, Hendi dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Semarang telah sepakat untuk memberikan kelonggaran pada kebijakan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Semarang.

"Kami akan melakukan pelonggaran beberapa poin dalam PPKM. Warung, PKL, restoran, serta tempat hiburan boleh buka sampai pukul 23.00 WIB,. Mal yang semula beroperasi hanya sampai jam 8 malam, sekarang bisa sampai pukul 21.00, " tuturnya.


Sementara itu, diungkapkannya pada 7 ruas jalan yang semula diberlakukan pengalihan juga akan dinormalkan kembali. Selain itu, kegiatan sosial budaya seperti seminar, diskusi, maupun pernikahan pun kembali diperbolehkan dengan pembatasan.

"Tapi catatannya kegiatan-kegiatan yang dilakukan maksimal dihadiri oleh 100 orang atau maksimal 50% dari kapasitas ruangan. Jadi jika kapasitas ruangannya 100 orang, maka boleh dihadiri 50 orang dan jika kapasitas gedungnya 1.000 orang, maka yang bisa masuk 100 orang," tegasnya.

Meski demikian, Hendi mengakui jika sampai saat ini angka kematian akibat COVID-19 masih terbilang tinggi, yaitu sekitar 7,3 persen. Lebih tinggi dari angka kematian nasional yang berada di kisaran 5 persen. Oleh karena itu, pihaknya akan tetap melakukan sejumlah pengawasan PPKM untuk menekan penyebaran virus Corona

"Maka kegiatan pengawasan akan tetap dijalankan di tingkat kelurahan, melibatkan Lurah, Babinsa dan Babinkamtibmas," pungkasnya.



Simak Video "Pasar-pasar di Semarang Masih Boleh Buka Saat 'Jateng di Rumah Saja'"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)