Imigrasi Buru WN Rusia Buronan Interpol di Area Penyeberangan Bali

ADVERTISEMENT

Imigrasi Buru WN Rusia Buronan Interpol di Area Penyeberangan Bali

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 14 Feb 2021 17:48 WIB
Warga negara asing (WNA) asal Rusia, Andrew Ayer alias Andrei Kovalenka, kabur dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Badung, Bali
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Warga negara asing (WNA) asal Rusia, Andrew Ayer alias Andrei Kovalenka, kabur dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Badung, Bali. Petugas imigrasi bersama kepolisian tengah memburu buronan Interpol yang masuk red notice tersebut hingga perbatasan Bali.

"Kita masih melakukan penyisiran di daerah-daerah penyeberangan," kata Kasi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai, Putu Sudana, saat dihubungi Minggu (14/2/2021).

Ia mengatakan petugas di kantor Imigrasi Ngurah Rai juga dibantu petugas dari kantor Imigrasi lainnya untuk mencari buronan Interpol itu. Selain itu, kepolisian berkoordinasi dengan Imigrasi Ngurah Rai untuk mencari buronan Interpol itu.

"Hari ini kita menurunkan 150 orang dari kantor Imigrasi Ngurah Rai, belum lagi dari kantor Imigrasi Denpasar, kantor Imigrasi Singaraja, tim dari kanwil juga turun, kita koordinasi dengan kepolisian. Kita koordinasi dengan kepolisian karena kita pengen yang bersangkutan ketangkap cepat," ujarnya.

Putu mengatakan, saat kejadian, terdapat 3 petugas imigrasi di ruangan Andrew. Sewaktu di ruangan menjalani tahap administrasi sebelum dibawa ke ruangan detensi, Andrew juga tidak diborgol.

"Sewaktu keluar dipikir sama kawan itu nyari makanan di luar, di balik tembok itu padahal dia sudah lari. Karena dia kan bukan lari (saat di ruangan berjalan) oleh petugas dilihat. Setelah itu memang dibuntuti kemudian baru dicari," kata Putu.

Sebanyak dua orang bertugas mengawal Andrew. Nantinya petugas tersebut akan diperiksa.

"Ada harus diperiksa, tapi bukan sekarang karena sekarang konsentrasinya untuk mencari dia," ujarnya.

Pihaknya akan mengevaluasi pengamanan kasus tindak pidana. Selain itu, Imigrasi Ngurah Rai akan melakukan rekonstruksi di TKP kaburnya WN Rusia tersebut.

"Pasti akan dievaluasi, pasti akan di rekonstruksi supaya kejadian ini tidak terulang lagi," ujarnya.

Diketahui, warga negara asing (WNA) asal Rusia, Andrew Ayer alias Andrei Kovalenka, kabur dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Badung, Bali. Andrei Kovalenka kabur saat proses administrasi pemindahan dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar.

Andrew sebelumnya telah menjalani hukuman pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Kerobokan. Setelah masa hukuman pidana berakhir, yang bersangkutan diserahkan ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai pada 3 Februari 2021 untuk dikenai tindakan administrasi keimigrasian pendeportasian dan pengusulan cekal.

Andrew pada 11 Februari 2021 rencananya akan dipindahkan dari Ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar. Pemindahan dilakukan karena adanya keterbatasan ruang detensi.

Saat proses administrasi pemindahan guna memperoleh keterangan, mendata, dan menyiapkan surat penyerahan untuk diambil oleh Interpol, ia mengaku dijenguk oleh istrinya sekitar pukul 13.30 Wita dengan alasan mau mengambil makanan. Namun ia tak kunjung kembali. Petugas lalu mencari Andrew. Dari CCTV diketahui Andrew kabur setelah keluar dari ruangan tersebut.

Kini petugas masih mencari WN Rusia itu. Masyarakat yang melihat Andrew dapat melaporkan keberadaannya ke pejabat humas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai, Putu Sudana, di nomor 082165055256.

Warga negara asing (WNA) asal Rusia, Andrew Ayer alias Andrei Kovalenka, kabur dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah RaiWarga negara asing (WNA) asal Rusia, Andrew Ayer alias Andrei Kovalenka, kabur dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai (Foto: Dok. Istimewa)

Saksikan juga 'Aniaya Warga hingga Tewas, Anggota DPRD Dharmasraya Jadi Buron!':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT