Anggota Komisi I DPR Minta KPI Adil ke Talkshow dan Sinetron soal Prokes

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 14 Feb 2021 15:04 WIB
Wasekjen Golkar Dave Laksono
Anggota Komisi I DPR Dave Laksono (Foto: detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno atau Dave Laksono ikut menanggapi kritik yang dilontarkan terhadap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang dinilai hanya bersikap keras kepada talkshow tapi lunak terhadap sinetron. Dave menilai seharusnya ada perlakuan yang sama antara sinetron dan talkshow.

"Harus ada asas keadilannya baik untuk talkshow maupun untuk sinetron. Harus ada perlakuan yang sama, apalagi ini berkaitan dengan protokol kesehatan," kata Dave saat dihubungi, Minggu (14/2/2021).

Dave meminta KPI tegas kepada siapa pun. Apalagi, hal ini terkait dengan penegakan protokol kesehatan.

"Jadi kesamaan ini penting untuk diterapkan, dan juga penegakannya KPI pun harus tegas," tuturnya.

Politikus Golkar ini juga meminta KPI membuat standardisasi protokol kesehatan, terutama untuk sinetron. Mengingat proses syuting tersebut melibatkan banyak orang.

"Harusnya ada standardisasinyalah. (Untuk sinetron) harus bisa membuktikan juga kepada Satgas bahwa mereka melakukan hal tersebut, misalnya mereka melakukan isolasi sebelum syuting, tes COVID-19 setiap hari. Harus dibuatkan formulasinya, aturannya, sehingga semuanya bisa bekerja dengan baik," papar Dave.

Standardisasi protokol kesehatan baik untuk sinetron maupun talkshow ini, lanjut Dave, juga harus melibatkan pihak lain. Jadi, aturan yang dibuat nantinya sesuai dengan kebutuhan.

"Dan ini bukan hanya melibatkan KPI, ini juga Kominfo, Kementerian Kesehatan agar aturannya dibuat sesuai kebutuhan yang benar," imbuh dia.

Sebelumnya, kritik terhadap KPI itu salah satunya datang dari Deddy Corbuzier yang acaranya masuk daftar program yang diduga melanggar protokol kesehatan. Deddy heran atas sikap KPI soal aturan protokol kesehatan.

"Gua ini lagi bingung sama aturan KPI, Komisi Penyiaran Indonesia. Kan gua punya talkshow, talkshow gua dudukannya jauh-jauh, tidak berdiri, tidak salam-salam, sudah mengikuti protokol kesehatan, PCR, semuanya, terus harus pakai masker. Nah Anda mungkin belum pernah ngebawain talkshow 1 jam pakai masker. Teman-teman mungkin nggak berani ngomong juga, tapi ya sudahlah, anggap aja memang itu ngebantu. Tapi sinetron boleh nggak pakai masker. Mantap," ujar Deddy seperti dalam unggahan videonya di akun Instagram @mastercorbuzier, seperti dilihat, Minggu (14/2/2021)

"Apakah mungkin kalian berpikir protokol kesehatan mereka lebih baik dibandingkan kita, saya nggak tau. Atau protokolnya lebih mahal, saya juga nggak tahu," imbuhnya.

Deddy tak menyoal jika seandainya protokol kesehatan dalam proses produksi film atau sinetron sudah diterapkan secara baik. Dia khawatir ketika adegan dalam sinetron tak memakai masker justru jadi cerminan di masyarakat.

"Tapi kalau seandainya memang mereka protokolnya jauh lebih baik dibandingkan kita dan Anda sudah mengeceknya tiap hari, bukankah gambaran film atau sinetron itu menggambarkan kehidupan seseorang, kehidupan masyarakat di Indonesia juga, jadi masyarakat akan melihat oh ternyata kalau di jalan, pacaran, itu boleh nggak pakai masker. Kan kelihatan, digambarkan," ujarnya.

"Apakah tidak menghambat kinerja Satgas kita juga atau gimana? Atau ada hal spesial? Atau gimana? Gua pengen tahu sih," lanjut dia.

Saksikan juga 'Sejumlah Artis Terinfeksi COVID-19, Ini Respons KPI':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/imk)