Kejaksaan Tangkap Buron Kasus Penipuan Rp 205 Juta di Jaktim

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 14 Feb 2021 10:13 WIB
Tim Kejaksaan menangkap buronan kasus penipuan Andrea Dewa Putra
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Tim Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta bersama Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat menangkap buron kasus penipuan Andrea Dewa Putra. Andrea ditangkap tim kejaksaan di tempat tinggalnya di Jakarta Timur.

"Intelijen Kejati DKI Jakarta dibantu oleh Intelijen Kejari Jakarta Pusat mengamankan seseorang yang termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejari Jakarta Pusat atas nama Andrea Dewa Putra," kata Kasi Penkum Kejati DKI Jakarta Ashari Syam, dalam keterangannya, Minggu (14/2/2021).

Andrea diamankan tim Kejati DKI di kediamannya di Kompleks Billy & Moon, Jakarta Timur, pada 13 Februari 2021 pukul 14.00 WIB. Setelah Andrea diamankan, jaksa membawanya ke Lapas Salemba untuk dieksekusi hukuman selama 2 tahun penjara.

"Selanjutnya terpidana diamankan tanpa perlawanan kemudian dieksekusi di Lapas Salemba, Jakarta Pusat, oleh jaksa pada Kejari Jakarta Pusat," kata Ashari.

Kasus itu bermula pada 2005, ketika terpidana Andrea selaku konsultan keuangan (financial analyst) PT PDU mempengaruhi seseorang bernama RA untuk menjadi investor di bursa komoditas PT PDU dengan cara memperkenalkan RA kepada General Manager PT PDU. Saat itu RA dijanjikan iming-iming bonus serta keuntungan yang besar dan pasti (fixed rate).

Kemudian terpidana Andrea dan RA membuat perjanjian investasi di luar pengetahuan PT PDU. Selanjutnya ia meminta RA mentransfer uang ke rekening pribadi terpidana.

"Atas pengaruh tersebut, RA kemudian mentransfer sebesar Rp 205.000.000, tapi belakangan diketahui bahwa investasi tersebut ternyata tidak benar sehingga RA meminta kembali uangnya, akan tetapi terpidana mengelak dengan mengatakan uangnya sudah habis dan ia tidak lagi bekerja di PT. PDU," ujar Ashari.

Atas perbuatan tersebut, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menyatakan terpidana Andrea Dewa Putra terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan.

Andrea dihukum pidana penjara selama 2 tahun. Ashari menuturkan sebelumnya Andrea sempat mengajukan kasasi, tapi kasasinya ditolak MA dengan Putusan MA Nomor: 992 K/Pid/2010 tanggal 30 Juni 2011.

Saksikan juga '12 Tahun Lebih Jadi Buron, Pelaku Pembunuhan Berencana di Sulsel Diciduk':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/dhn)