Akan Dihadiri 300 Undangan, Tenda Nikahan di Jaktim Dibongkar Usai Dilarang

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 13 Feb 2021 20:20 WIB
Rustic white wooden wedding directional sign and flower wreath in the garden.
Foto tidak berhubungan dengan isi berita (Foto: dok. iStock)
Jakarta -

Sebuah tenda pernikahan salah satu warga Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, dibongkar. Tenda tersebut direncanakan akan digunakan pemilik hajat untuk menampung ratusan tamu undangan.

Kapolsek Makasar Kompol Saiful Anwar menyebut pembongkaran tenda itu dilakukan pada Jumat (12/2). Saat itu petugas yang mendapat informasi akan adanya pesta pernikahan yang diduga bakal mengundang kerumunan warga mendatangi penyelenggara acara.

"Jadi kita imbau, kan ada warga yang mau menyelenggarakan pesta pernikahan pada Minggu (14/2) besok, pesta perkawinan anaknya. Anggota kita tahu dan dapat undangan. Akhirnya kita samperin ke punya hajatnya agar dibatalkan saja untuk pestanya. Tapi untuk pernikahan boleh-boleh saja, tapi terbatas, ya yang penting protokol kesehatan," kata Saiful saat dihubungi detikcom, Sabtu (13/2/2021).

Saiful mengatakan pihak penyelenggara pun bersikap kooperatif. Dia menyebut pesta pernikahan tersebut ingin dilakukan karena telah direncanakan sejak lama.

Namun, setelah mendapat imbauan, pihak keluarga penyelenggara pun menuruti arahan petugas. Saiful mengatakan pihak keluarga yang secara sukarela membongkar tenda pernikahan tersebut.

"Akhirnya dibongkar sendiri tendanya sama mereka, sama keluarganya. Kita petugas datang untuk mengimbau memberikan penjelasan ke mereka bahwa nggak boleh ya bikin acara, undang kerumunan sekarang. Takutnya jadi klaster baru. Yang bersangkutan menerima dan dibuka tendanya," beber Saiful.

Dia menambahkan, kepada polisi, pihak penyelenggara acara mengatakan telah menyebar undangan sebanyak 300. Hal itulah yang membuat polisi tidak mengizinkan pesta pernikahan tersebut.

"Kalau yang ini nyebar undangan 300 lebih, ya. Makanya itu kan nggak boleh karena sebar undangan lebih. Kalau itu kumpul bisa 600 lebih. Akhirnya yang ini menerima, tidak seperti yang di Kebon Pala dulu itu, tiga hari sebelumnya dinyatakan tidak boleh tapi tetap dilaksanakan kan," terang Saiful.

Seperti diketahui, kejadian serupa pernah terjadi pada pekan lalu di wilayah hukum Polsek Makasar. Saat itu sebuah tenda pernikahan warga di Jalan Usman Harun RT 02 RW 05, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, disegel polisi.

Penyegelan itu dilakukan setelah yang punya hajat tidak mengindahkan imbauan polisi agar tidak melakukan resepsi di masa pandemi virus Corona (COVID-19).

Saiful menjelaskan resepsi pada masa pandemi yang sedianya digelar pada Sabtu (6/2) itu tidak mengantongi izin dari pihak berwenang. Polisi sudah memperingatkan yang punya hajat, Adi Mulyadi, karena mengundang 500 orang tamu.

"Dia ini kan tidak ada izin untuk mengumpulkan orang. Dia menggelar resepsi pernikahan anaknya dengan undangan sebanyak 500 orang," ujar Saiful saat dihubungi detikcom, Minggu (7/2).

(ygs/dkp)