Panitia Pesta Nikah Undang 500 Tamu di Jaktim Tak Disanksi, Ini Kata Polisi

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 14:27 WIB
Tanda yang disegel oleh polisi karena akan adakan resepsi pernikahan dengan undangan 500 orang di Kec. Makasar Jakarta Timur.
Polisi menyegel tenda pernikahan yang mengundang 500 tamu di Makasar, Jaktim. (Screenshot Video)
Jakarta - Polisi menyegel tenda pernikahan warga di kawasan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, yang akan dihadiri 500 tamu undangan. Penyelenggara serta event organizer (EO) acara itu pun telah dimintai keterangan.

Kapolsek Makasar Kompol Saiful Anwar mengatakan, dari pemeriksaan tersebut, tidak ada sanksi pidana yang diberikan bagi penyelenggara acara.

"Nggak ada (sanksi pidana). Kita sudah buat pernyataan mereka membubarkan itu tidak ada menuntut lagi dan tidak akan mengulangi lagi, baik EO-nya maupun tuan rumahnya itu," kata Saiful saat dihubungi detikcom, Senin (8/2/2021).

Saiful pun membeberkan alasan tidak ada sanksi pidana terhadap yang punya hajat ataupun panita. Sebab, menurutnya, resepsi pernikahan itu sendiri belum terlaksana.

"Karena belum terjadi perkumpulan orang. Niatnya sudah ada, tapi perkumpulannya belum terjadi (karena) sudah kita bubarkan," terang Saiful.

"Hari Sabtu pagi kan acara mulai pukul 11.00 WIB. Pukul 10.00 WIB saya bubarkan. Yang ada hanya panitia sama tempat makannya aja, tamunya nggak ada. Lalu pihak penyelenggara sama tuan rumah saya panggil ke kantor diambil keterangan dan kita buat surat pernyataan bahwa mereka tidak mengulangi dan mereka bakal membubarkan sendiri," sambung Saiful.

Saiful menambahkan, kepada polisi penyelenggara acara mengaku sudah lama merencanakan hajatan pernikahan tersebut. Polisi pun sebelumnya telah menegaskan tidak memberikan izin dari kegiatan tersebut.

"Katanya karena sudah lama sekali niatnya dia mau selenggarakan pesta resepsi anaknya. Sudah saya sampaikan situasi sekarang belum boleh. Lah ini dia mengundang 500 orang, tapi kan kalau misalnya bawa istri sama anak kan bisa 1.000 lebih ya. Makanya kita bubarkan," ungkap Saiful.

Untuk diketahui, sebuah tenda pernikahan warga di Jl Usman Harun RT 02 RW 05, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, disegel polisi. Penyegelan itu dilakukan setelah yang punya hajat tidak mengindahkan imbauan polisi agar tidak melakukan resepsi di masa pandemi virus Corona (COVID-19).

Kapolsek Makasar Kompol Saiful Anwar menjelaskan, resepsi di masa pandemi itu, sedianya digelar pada Sabtu (6/2), tidak mengantongi izin dari pihak berwenang. Polisi sudah memperingatkan yang punya hajat, Adi Mulyadi karena mengundang 500 orang tamu.

"Dia ini kan tidak ada izin untuk mengumpulkan orang. Dia menggelar resepsi pernikahan anaknya dengan undangan sebanyak 500 orang," ujar Saiful saat dihubungi detikcom, Minggu (7/2).

Saksikan juga 'Soal Kerugian Batal Nikah, Ayu Ting Ting: Doakan Saja':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/mea)