Guru Hononer Dipecat Gegara Posting Gaji Rp 700 Ribu Punya Kanker Payudara

Zulkifli Natsir - detikNews
Jumat, 12 Feb 2021 19:08 WIB
Hervina (34), guru honorer 16 tahun di Bone, Sulsel dipecat karena posting gaji Rp 700.000 (dok. Istimewa).
Foto: Hervina (34), guru honorer 16 tahun di Bone, Sulsel dipecat karena posting gaji Rp 700.000 (dok. Istimewa).
Bone - Kasus guru honorer SDN 169 Sadar, Hervina (34), yang diberhentikan gara-gara cuitan di media sosial (medsos) telah mendapat atensi dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bone. Disdik Bone telah memanggil kedua belah pihak.

Selain itu, Pengawas sekolah beserta Camat Tellu Limpoe juga ikut dipanggil. Namun, sang guru honorer, Hervina tidak hadir.

"Saya selaku pimpinan ingin mencari jalan yang terbaik. Saya ingin damaikan keduanya, cuma guru honorer tersebut tidak datang," kata Kadisdik Bone, Andi Syamsiar Halid, Jumat (12/2/2021).

Andi Syamsiar pun menjelaskan, jika sebelumnya guru Hervina ini sempat berhenti mengajar selama 5 tahun. Dia beralasan keluar daerah, hingga kontraknya sempat diputus.

Hervina kembali mengajar setelah dia bersama Camat dan pengawas sekolah datang menghadap kepada kepala sekolah untuk meminta agar kembali bisa mengajar.

"Sebelumnya sempat 5 tahun tidak masuk sekolah, katanya keluar daerah. Kemudian ada kebijakan setelah menghadap ke kepala sekolah yang dibantu Camat dan pengawas waktu itu. Akhirnya kembali lagi mengajar," ungkap Syamsiar.

Syamsiar juga turut menjelaskan, jika terkait Kepala Sekolah yakni, Hamsinah yang memberhentikan Hervina menjadi guru honorer, dikatakanya bukan karena dendam atau benci.

Dikonfirmasi terpisah, Hervina yang tidak hadir dalam mengikuti pertemuan yang berlangsung di Kantor Disdik Bone pada Kamis (11/2) menjelaskan tidak datang, lantaran dalam keadaan sakit. Ia menderita tumor payudara. Alasan tersebut telah disampaikan ke pengawas dan operator kecamatan sebelumnya.

"Saya sudah telepon ke Pengawas dan Operator Kecamatan yang ikut memenuhi panggilan, bahwa bukan saya tidak mau datang. Kita tahu kondisi saya, sekarang belum sembuh total dan tidak boleh terlalu capek. Makanya saya tidak sempat hadir," kata Hervina.

Ia pun mengungkap jika saat ini dirinya hanya bisa berobat herbal dan tradisional meski telah disarankan oleh dokter agar melakukan operasi payudara. Makanya dia tidak boleh terlalu capek.

Belum lagi, dia baru saja dari Kota Watampone beberapa waktu lalu. Hervina baru menerima surat panggilan pada Rabu (10/2). Jarak antara Kota Watampone dengan Desa Sadar sangat jauh.

"Waktu hari Senin dan Selasa lalu saya ada di Bone. Rabu baru saya terima suratnya. Sementara kita tahu perjalanan ke Kota Watampone itu jauh. Saya tidak bisa terlalu capek," ungkap Hervina.

Hervina pun mengakui jika dirinya memang sempat berhenti mengajar di sekolah tersebut. Ia mengaku ikut dengan suaminya yang bekerja di Kalimantan, tetapi tidak sampai 5 tahun. Dan kemudian ketika kembali pulang, dia dipanggil lagi oleh Jumrang yang merupakan suami Hamsinah yang menjabat sebagai kepala sekolah (kepsek) kala itu.

"Saya masuk kembali mengajar waktu itu karena saya lihat nama saya juga masih ada dalam daftar guru. Pak Haji Jumrang yang masih kepala sekolah ketika itu," ungkap Hervina.

Sementara itu, terkait ia juga sempat tidak pernah masuk mengajar selama beberapa bulan, Hervina pun menjelaskan kondisinya waktu itu.

"Kondisi tumor saya saat itu parah. Saya tidak bisa pakai baju, hanya gunakan sarung. Dan tidak mungkin saya ke sekolah dengan pakaian tidak rapi," ujarnya.

Simak juga Video: Dear Guru Honorer, Nadiem Tak Batasi Usia Ikut Seleksi PPPK

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)