Round-Up

Isu Gibran Disiapkan untuk DKI Saat Pembahasan RUU Pemilu Berhenti

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 12 Feb 2021 06:15 WIB
Gibran Rakabuming Raka datangi kantor DPP Partai Golkar untuk terima SK dukungan dari Golkar. Gibran tampak pakai masker-face shield saat kunjungi kantor Golkar
Gibran Rakabuming (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Seluruh pimpinan dan Kapoksi yang ada di Komisi II DPR setuju untuk tidak melanjutkan pembahasan RUU Pemilu. Partai Demokrat (PD) menaruh kecurigaan penyetopan pembahasan RUU Pemilu ada kaitannya dengan kepentingan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Wasekjen Partai Demokrat, Irwan, menilai Jokowi telah menyiapkan putranya, Gibran Rakabuming Raka maju di Pilgub DKI Jakarta. Pasalnya, Irwan menduga Gibran akan lebih siap bila pemilu diselenggarakan pada 2024, bukan pada 2022.

"Apakah ada faktor baru yang membuat pemerintah merubah kebijakan politik pilkada dengan menundanya ke tahun 2024? Mungkinkah keputusan ini dilatari oleh kemungkinan Presiden Jokowi mempersiapkan keberangkatan Gibran dari Solo ke Jakarta? Karena dirasa terlalu cepat jika Gibran berangkat ke Jakarta tahun 2022. Pertanyaan ini muncul di masyarakat banyak karena terus terang saja saya sendiri pun sulit untuk menemukan penjelasan lain yang lebih masuk akal," ujarnya saat dihubungi, Rabu (10/2/2021).

Gibran pun juga sudah angkat bicara soal pernyataan Irwan. Gibran mau fokus dulu di Kota Solo.

"Kan sudah saya bilang kemarin, wong ini (jadi Wali Kota Solo) saja belum dilantik, kok sudah bahas Jakarta," kata Gibran melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (11/2/2021).

"Fokus di Solo dulu saja, belum dilantik kok mikir Jakarta. (Soal pelantikan) Masih menunggu kabar Pak Mendagri," kata dia.

Tonton video 'Pengamat soal Pilkada DKI 2024: Jika Anies vs Gibran, Akan Ketat Sekali':

[Gambas:Video 20detik]



Namun, isu tersebut sudah terlanjur bergulir. Sejumlah pihak pun merespons pernyataan Irwan soal Gibran. Beberapa kontra, namun ada pula yang pro. Berikut rangkumannya:

Selengkapnya di halaman berikutnya >>>