Kisah Ali Jenk Berkostum Spiderman Demi Hibur Anak Korban Gempa Sulbar

Abdy Febriady - detikNews
Jumat, 12 Feb 2021 00:38 WIB
Spiderman hibur anak korban gempa (Abdy/detikcom)
Foto: Spiderman hibur anak korban gempa (Abdy/detikcom)
Mamuju - Warga yang mengenakan kostum Spiderman menghibur korban gempa bumi di Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Warga tersebut bernama Ali Jenk (46) warga Tapango, Polewali Mandar.

Sejak gempa bumi mengguncang, pria yang akrab dengan sebutan 'seniman gila' ini aktif mendatangi sejumlah lokasi pengungsian korban gempa bumi. Selain menyalurkan bantuan, ia juga menggelar trauma healing.

Untuk menarik perhatian, Ali Jenk sengaja mengenakan kostum mirip superhero Spiderman. Hal tersebut dilakukan demi membangkitkan semangat dan menghilangkan rasa takut akibat trauma yang dirasakan anak-anak korban gempa.

Selain itu, Ali Jenk juga rela menyeberangi sejumlah pulau, untuk menghibur anak-anak korban gempa lainnya. Salah satunya di Pulau Karampuang, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju.

Di pulau ini, Ali Jenk disambut bahagia puluhan anak-anak, yang tampak antusias mengikuti sejumlah permainan unik dan menarik.

"Alhamdulillah misi kami berhasil, membuat anak-anak dan semua warga yang ada di sini bisa tersenyum bahagia, " kata Ali Jenk kepada wartawan, Kamis sore (11/02/2021).

Spiderman hibur anak korban gempa (Abdy/detikcom)Foto: Spiderman hibur anak korban gempa (Abdy/detikcom)

Kendati harus menghibur puluhan anak-anak korban gempa, Ali Jenk tetap berupaya mengingatkan pentingnya protokol kesehatan demi mencegah penularan virus corona.

"Makanya, setiap kegiatan, kami berupaya mematuhi protokol kesehatan, salah satunya dengan membagikan masker untuk mencegah penularan virus Corona," ungkapnya.

Ali Jenk berharap aksinya berkostum spiderman dapat memberi dampak positif bagi anak-anak korban gempa, agar tidak takut lagi dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.

"Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ada nilai positif, anak-anak tidak takut lagi, tetap semangat dan tidak takut jika ada gempa susulan, " tutupnya.

Salah satu tokoh pemuda Pulau Karampuang, Supriadi berharap kegiatan trauma healing untuk anak-anak korban gempa dapat ditingkatkan.

"Tentunya, masih perlu lagi untuk ditingkatkan yaitu permainannya dan psikologinya, harapannya anak-anak bisa ceria lagi, melupakan traumanya, melupakan gempa yang terjadi ini atau ketakutan pada tsunami sehingga mereka bisa beraktivitas seperti semula lagi," pintanya.

(isa/isa)