Keterangan Saksi soal Beli Jam Tangan Mewah Diklaim Palsu Pengacara Nurhadi

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 11 Feb 2021 20:57 WIB
Eks Sekretaris MA Nurhadi bersama menantunya Rezky Herbiyono kembali diperiksa KPK. Berikut foto-fotonya.
Nurhadi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Saksi bernama Marieta menyebut Rezky Herbiyono membelikan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi jam seharga miliaran rupiah. Pengacara Nurhadi, M Rudjito, membantah hal itu dan bicara Marieta memberi kesaksian palsu di sidang.

"Pak Nurhadi berencana melakukan mengambil langkah hukum terhadap keterangan saksi yang menurut Pak Nurhadi itu tidak benar, keterangan palsu," ujar Rudjito usai sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (11/2/2021).

Menurut Rudjito, keterangan Marieta, yang merupakan pemilik toko jam tangan langganan Rezky, tidak benar. Dia menyebut kliennya berencana membawa Marieta ke jalur hukum karena memberikan keterangan yang dinilainya tidak benar.

"Tegasnya seperti itu, kan tadi dia sudah tegas mau mengambil langkah hukum ya," ucap Rudjito.

Selain itu, Nurhadi, yang duduk sebagai terdakwa, menyebut Marieta mengatakan fitnah. Dia mengaku tidak pernah membeli jam tangan Richard Mille di toko Marieta.

"Saya bantah keras ini, fitnah sangat kejam, terus terang saya akan beri langkah hukum. Saya tidak pernah membeli jam bekas, atau baru, tokonya saja saya tidak tahu. Saya memang memiliki Richard Mille, seri saya 50 beli di toko butik resmi Richard Mille di Plaza Indonesia," ujar Nurhadi.

Sebelumnya, Marieta mengungkapkan menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono, pernah membelikan jam untuk Nurhadi yang harganya mencapai miliaran rupiah. Marieta mengatakan jam miliaran rupiah itu dibeli karena sama dengan yang dipakai Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, yang saat itu menjabat Panglima TNI.

Jaksa kemudian mengungkapkan harga jam yang dibeli Rezky untuk Nurhadi yang sama dengan milik Moeldoko harganya Rp 1,85 miliar. Rezky membayar jam itu secara bertahap melalui rekannya, Iwan Liman.

"Jam Richard Mille Asia Ghotic untuk keperluan Pak Nurhadi. Harganya di sini Saudara sebutkan Rp 1.850.000.000, betul ya, dibayarkan sebanyak 3 kali, sebesar Rp 500 juta, kemudian Rp 700 juta, kemudian Rp 500 juta. Di sini disebutkan bahwa pembayaran oleh Iwan Liman di 13 Oktober 2015," ucap jaksa yang diamini Marieta.

Kemudian, Rezky juga membeli jam tangan untuk Nurhadi lagi pada 16 Desember 2015. Rezky membelikan jam Audemars yang harganya Rp 2,350 miliar.

"Di 16 Desember 2015, Rezky beli jam merek Audemars untuk Pak Nurhadi karena Pak Nurhadi ingin coba pakai jam tangan, ini keterangan Saudara tahu dari mana?" tanya jaksa.

"Ya lewat telepon seingat saya. Saya kan tawarin ini 'kita ada jam ini, dia (Rezky) bilang (Nurhadi) mau pakai jam," jawab Marieta.

Jika ditotal dua jam tangan yang dibelikan Rezky untuk Nurhadi itu harganya Rp 4,2 miliar. Marieta menyebut pembelian jam untuk Nurhadi ini dibayar Rezky melalui Iwan Liman.

Dalam sidang ini, Nurhadi didakwa menerima suap dan gratifikasi Rp 83 miliar bersama-sama menantunya, Rezky Herbiyono terkait pengurusan perkara di pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, ataupun peninjauan kembali. Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap dan gratifikasi dalam kurun 2012-2016.

Jaksa menyebut tindakan Nurhadi itu bertentangan dengan kewajibannya sebagai Sekretaris MA. Rezky disebut jaksa menjadi perantara suap Nurhadi.

Saksikan juga 'Cerita Saksi Diberitahu Bahwa Nurhadi 'Orang Top'':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/isa)