Terseok Pandemi, Pos Indonesia Target Triple Double Digit Growth di 2021

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Kamis, 11 Feb 2021 13:05 WIB
Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi
Foto: dok. Pos Indonesia
Jakarta -

Pandemi COVID-19 memberikan tekanan yang luar biasa terhadap perekonomian nasional juga pada pelaku industri dan bisnis di Tanah Air, tidak terkecuali bisnis Pos Indonesia. Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi mengakui jika pandemi COVID-19 sangat mempengaruhi performa perseroan.

Menurutnya, sepanjang kuartal IV tahun 2020, kinerja Pos Indonesia mengalami perubahan yang signifikan di empat lini bisnisnya, baik di bisnis layanan pengiriman, layanan logistik, jasa keuangan, maupun properti. Hal ini dibuktikan dengan performa bisnis layanan pengiriman antar pulau yang mengalami penurunan karena transportasi penerbangan terhenti di masa pandemi COVID-19, dan menyebabkan layanan terganggu dari sisi kecepatan waktu.

"Kendati demikian, layanan pengiriman jarak dekat meningkat cukup pesat, sehingga mampu meminimalisir stagnasi kinerja pendapatan di lini jasa pengiriman," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (11/2/2021).

Menurutnya, pertumbuhan pengiriman di dalam pulau ini juga tak terlepas dari aktivitas perdagangan elektronik (e-commerce) yang menggeliat sepanjang masa pandemi COVID-19, baik melalui marketplace maupun media sosial. Dengan adanya fenomena tersebut, layanan pengiriman Pos Indonesia tumbuh tipis single digit sekitar 1,4%.

"Lini bisnis Pos Indonesia yang paling terdampak dengan kondisi pandemi COVID-19 adalah layanan logistik, karena perseroan masih bergantung pada kontrak logistik korporasi. Pandemi COVID-19 membuat kondisi keuangan korporasi menurun, sehingga berdampak pula menyusutkan nilai kontrak logistik Pos Indonesia," jelasnya.

Beruntung, kata dia, penurunan kinerja lini logistik tertahan oleh pengiriman logistik bahan pokok selama pandemi COVID-19 dan pengiriman logistik saat momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akhir tahun lalu. Kinerja bisnis properti juga menurun seiring menyusutnya permintaan sewa dari tenant usaha ritel di tengah perubahan kebiasaan masyarakat saat pandemi COVID-19.

Namun di sisi lain, lini bisnis jasa keuangan Pos Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan, terutama biaya transaksi dari layanan jasa keuangan nonbank, remitansi atau transfer luar negeri, dan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diamanatkan oleh pemerintah.

Atas performa kinerja perseroan pada periode tersebut, Faizal mengungkapkan dirinya optimis akan membalikkan situasi yang terjadi pada 2020 menjadi jauh lebih baik pada 2021. Melalui "Turn Around Program" yang diterapkannya, Faizal berambisi membawa perusahaan raksasa seperti Pos Indonesia mampu berdansa dengan lincah dan cekatan bersama kaum milenial yang dikenal sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional saat ini.

"Pada 2021 melalui Turn Around Program, kami akan membawa this giant company dance with milenial, lincah dan cepat. Kami tidak punya banyak waktu untuk diam, kami harus terus berkembang dengan cepat," ungkap Faizal.

Adapun, Turn Around Program mencakup pada tiga poin utama. Pertama, jelas Faizal, yaitu mengambil kembali pangsa pasar layanan pengiriman barang agar kembali mendominasi di pasar nasional. Kedua, inovasi pada jasa keuangan dengan berbagai strategi terbaru. Ketiga, memasuki pangsa pasar logistik perusahaan negara secara agresif. Hal ini merupakan penugasan dari Kementerian BUMN untuk membantu menurunkan biaya logistik perusahaan milik negara sehingga produk BUMN lebih kompetitif.

Faizal mengaku optimis membawa Pos Indonesia mencapai kinerja pertumbuhan triple double digit growth. Artinya, baik kinerja pendapatan, EBITDA, maupun laba bersih diharapkan melesat di level double digit sepanjang 2021.

Ia juga berharap Pos Indonesia mampu mengembalikan dominasi pangsa pasar jasa pengiriman barang dan jasa logistik setidaknya berada di tiga besar nasional. Optimisme itu tak terlepas dari keyakinan atas kapabilitas internal Pos Indonesia yang kuat. Hal itu dianggap sebagai modal yang lebih dari cukup untuk mencapai target kinerja perusahaan.

Tak hanya itu, faktor eksternal pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksi mencapai 4%-5% sepanjang tahun ini juga turut menjadi alasan perusahaan optimis mencapai target kinerja tersebut.

"Kalau dilihat eksternal, pertumbuhan layanan pengiriman diperkirakan mencapai 27%, sektor logistik naik 9,6%, keberadaan e-commerce tumbuh mencapai 75% dalam tiga tahun terakhir, financial service yang non-bank juga tumbuh 17% dalam lima tahun terakhir. Semua sedang tumbuh. kita hanya perlu agresif mengambil market yang sedang tumbuh itu. Intinya ikut serta dalam dinamika pertumbuhannya. Tidak diam saja, tapi ikut pesta," papar Faizal.

Salah satu upaya utama yang dilakukan Pos Indonesia untuk mewujudkan ambisi tersebut adalah dengan menjalankan transformasi di berbagai lini. Dalam lima tahun ke depan, jelas Faizal, Pos Indonesia bertekad menjalankan tujuh transformasi, yaitu;

(1) Transformasi bisnis di empat portofolio bisnis perusahaan, yakni layanan kurir, jasa keuangan, layanan logistik, dan properti. (2), Transformasi produk dengan mewujudkan solusi satu untuk semua bisnis atau dikenal dengan istilah one fit for all to the solution. (3) Transformasi proses. Proses bisnis yang dijalankan Pos Indonesia harus terlaksana secara efisien dan efektif. Pasalnya, di tengah persaingan yang keras saat ini, perusahaan tentu perlu memiliki kemampuan menyediakan layanan yang kompetitif dari berbagai aspek.

(4) Transformasi teknologi digital. Dalam hal ini, perusahaan terus berupaya mengembangkan beberapa platform digital berbasis sistem komputasi awan atau cloud computing system. (5) Transformasi sumber daya manusia (SDM). (6) Transformasi organisasi. (7) Transformasi budaya. Terkait transformasi budaya. Seperti diketahui, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menerapkan Budaya Akhlak di seluruh perusahaan pemerintah secara seragam. Hal ini diharapkan mampu mewujudkan sinergi BUMN yang lebih kuat di masa mendatang, tak hanya sinergi bisnis, melainkan juga sinergi talenta di seluruh perusahaan.

(prf/ega)