Pemkot Surabaya Diminta Bangun Tembok-Jogging Track di Bozem Wonosari

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 11 Feb 2021 11:44 WIB
Bozem di Kelurahan Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya.
Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thony meninjau pembangunan bozem atau danau buatan di Kelurahan Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya. Bozem dibangun diatas lahan milik Pertamina untuk mengatasi wilayah banjir di sekitar wilayah tersebut.

Terkait pembangunan ini, Pemerintah Kota Surabaya bersama Pertamina membangun lahan seluas sekitar setengah hektare tersebut untuk dijadikan bozem. Sementara itu lahan di sekitar bozem nantinya akan dimanfaatkan LPMK untuk urban farming sehingga lahan lebih produktif dan solutif bagi warga sekitar.

Thony mengatakan pihaknya mengapresiasi pihak Pertamina yang menjadikan lahan tersebut menjadi produktif dan bermanfaat bagi lingkungan.

"Kita appreciate terhadap Pertamina yang sudah lama memahami, bahwa kultur lingkungan ini memang rendah, kemudian rentan banjir. Sehingga Pertamina menyusun atau mendesain rumahan ini juga disediakan sekalian bosemnya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (11/2/2021).

Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan sidak pembangunan bozem, Rabu (10/2). Menurut Thony, tidak semua pembangunan perumahan menyedikan bozem, bahkan hal tersebut jarang ditemui.

"Tapi Pertamina sadar akan hal itu. Sehingga disiapkan fasumnya (fasilitas umum) ini," katanya.

Adapun untuk membangun bozem, Thony mengatakan dana yang dibutuhkan tentunya tidak sedikit. Oleh karena itu, Pemkot Surabaya ikut bekerja sama dalam pembuatan bozem untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mendapatkan kenyamanan di lingkungan.

"Kemudian dari ibu-ibu, LPMK, RT/RW nampaknya dari perumahan maupun kampung sama-sama membutuhkan, sehingga menjadi program yang dilaksanakan meminta kepada pemerintah kota untuk hadir membantu terhadap revitalisasi bosem. Dan alhamdulilah Pemkot menyambut baik, ketika ini digali, walaupun ini belum selesai, bisa merasakan manfaatnya. Ketika beberapa kali kawasan ini hujan lebat tidak muncul genangan atau banjir seperti tahun-tahun lalu," ungkapnya.

Thony juga berharap dengan adanya revitalisasi bozem nantinya lingkungan sekitar dapat menjadi bersih dan asri ke depannya.

"Bahkan ke depan akan menjadi destinasi bagi warga masyarakat sekitar, akan menjadikan lebih hidup lagi," ujarnya.

Thony mengimbau agar ke depan Pemkot Surabaya dapat memperhatikan keamanan dengan membuatkan tembok pembatas di sekitar bozem, serta melengkapi dengan jogging track agar lebih aman dan bermanfaat.

"Harapan kami untuk Pemerintah Kota, kalau memang Pertamina belum bisa merealisasi itu, harapan kita Pemkot Surabaya langsung mengambil peran. Pada tahun ini kami akan dorong Pemerintah Kota untuk menganggarkan pagarnya, sekalian fasilitas jogging track, termasuk membangun sarana-sarana ekonomi kreatif yang nantinya kira-kira bisa memberdayakan ibu-ibu di perumahan ini, khususnya dan juga memfasilitasi warga-warga sekitar untuk memanfaatkan fasilitas ini," paparnya.

Sementara itu, Yeni salah satu warga mengakui manfaat adanya bozem tersebut. Ia mengatakan sejak adanya bozem lingkungan yang dulunya banjir bisa teratasi dengan baik.

"Dulu sering banjir, sekarang sudah tidak, dan suasananya lebih asri," ungkapnya.

(prf/ega)