Cari Pasien di Medsos, Begini Modus Pasutri Praktik Aborsi di Bekasi

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 11 Feb 2021 04:14 WIB
Buka Praktik Aborsi Ilegal, Pasutri di Bekasi Ditangkap Polisi
Polda Metro bongkar praktik aborsi ilegal di Bekasi (Foto: Azhar Bagas/detikcom)
Jakarta -

Pasangan suami istri, ST dan IR ditangkap karena membuka praktik aborsi ilegal di Bekasi. Dalam aksinya, pasangan suami istri ini mencari pasien melalui media sosial.

Dalam kasus ini, sang suami berinisial ST yang bertugas mencari calon pasien. Sedangkan istrinya, IR bertugas melakukan tindakan aborsi terhadap pasien.

"Dia (ST) melalui media sosial yang ada. Sama dengan beberapa tempat tempat yang lain, khususnya di daerah Jakarta Pusat itu. Memang ini melalui beberapa calo yang ada," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (10/2/2021).

Keduanya melakukan praktik aborsi di rumahnya di Mustikajaya, Bekasi. Tidak ada plang khusus di rumah tersebut.

Pelaku memanfaatkan jaringan dengan calo-calo yang sudah dikenalnya. Untuk diketahui, IR memiliki jaringan ke calo karena pernah bekerja di klinik aborsi.

"Yang kita ungkap ini tidak bentuk klinik, dia di rumah. Tapi, dia punya link calo di luar untuk aborsi. Beda dengan beberapa tempat yang pernah kita ungkap misalnya di Raden Saleh, dia kamuflase menggunakan klinik, tapi praktiknya aborsi. Kalau ini rumah pribadi dan tidak ada plang untuk praktik aborsi," papar Yusri.

Kedua tersangka ini memanfaatkan calo-calo tersebut sebagai kaki tangannya. Mereka bertugas mencarikan pasien untuk aborsi.

"Karena dia juga pernah bekerja di klinik ilegal juga tapi sudah tutup. Nah dari situ dia sudah punya link untuk cari para pasien yang ada. Siapa yang cari pasien? Ya calo-calonya ini, dia yang antar dan hubungi suaminya ST ini, kemudian ketemu di satu tempat setelah itu dibawa ke si ibu ini," tuturnya.

Di halaman selanjutnya, kriteria pasien yang bisa diaborsi