NasDem Sebut Helena Lim Penumpang Gelap karena Divaksin COVID Duluan

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 15:40 WIB
Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino
Wibi Andrino (Foto: Dok Pribadi)
Jakarta -

NasDem DKI Jakarta mempertanyakan kapasitas Helena Lim yang menerima divaksin COVID-19 duluan. Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menyebut Helena Lim sebagai penumpang gelap.

"Sebenarnya ada dua yang prioritas dalam mendapatkan vaksin, yang pertama nakes, yang kedua adalah tenaga penunjang kesehatan, seperti security RS, administration, dan lain-lain. Nah Helena Lim ini apa? Apakah masuk ke dalam kedua kategori itu? Bila tidak makanya Helena bisa dikategorikan penumpang gelap," kata Ketua Fraksi Nasdem DKI Jakarta Wibi Andrino saat dihubungi, Rabu (10/2/2021).


Politikus NasDem ini kemudian mengkritik alur pemberian vaksinasi yang diterapkan Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Ia menyebut sistem yang diterapkan tidak selektif dalam menentukan prioritas penerima vaksin.

"Memang ada celah dalam alur pemberian vaksin. Ya sudah tenaga pendukung kesehatan hanya cukup diberikan surat tugas oleh dokter atau RS atau klinik sehingga bisa mendapat prioritas vaksin," ujarnya.

Wibi menyebut celah tersebut dimanfaatkan Helena Lim demi mendapatkan vaksin COVID-19. Dia juga menduga ada oknum lain melakukan hal yang sama.

"Dan saya menduga tidak hanya Helena, banyak orang-orang lainnya yang bukan prioritas juga menggunakan celah ini untuk mendapatkan vaksin. Jadi celah ini lah yang digunakan Helena dan mungkin orang-orang lainnya untuk mendapatkan vaksin lebih awal," imbuhnya.

Sebelumnya, polisi menyelidiki kasus Helena Lim, yang dikenal sebagai 'crazy rich Jakarta Utara', terkait menerima vaksin COVID-19 duluan di Puskesmas Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya menduga Helena bukan termasuk kelompok tenaga kesehatan (nakes).

"Ya jadi Polres Metro Jakarta Barat, kami merespons terkait video viral, terkait dengan seseorang (Helena Lim) yang diduga bukan tenaga kesehatan mendapatkan vaksin (COVID-19) di Puskesmas Kebon Jeruk," ujar Arsya di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jalan S Parman, Palmerah, Jakbar, Rabu (10/2).

"Saat ini kita duga demikian (Helena Lim bukan nakes)," tambahnya. AKBP Arsya menjawab pertanyaan apakah Helena Lim diduga bukan tenaga kesehatan atau bukan.

Namun Arsya belum berbicara banyak. Dia hanya mengatakan polisi melakukan penyelidikan untuk mengetahui ada atau tidaknya dugaan tindak pidana dari video viral Helena Lim.

"Ya kita lagi pelajari ada-tidaknya tindak pidana terkait dengan proses, sehingga seseorang yang diduga bukan tenaga kesehatan mendapatkan vaksin," jelasnya.

Lihat Video: Soal Polemik 'Crazy Rich Jakut' Helena Lim yang Divaksin Duluan

[Gambas:Video 20detik]



(man/man)