Pemerintah Siap Dikritik, PPP: Jangan Beri Buzzer Ruang!

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 13:42 WIB
Wakil Ketua Baleg DPR RI Achmad Baidowi
Achmad Baidowi (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah menegaskan butuh kritik membangun demi kerja-kerja yang makin terarah. PPP meminta buzzer tidak diberi ruang.

"Buzzer ini pasukan tanpa ideologi. Yang ada bekerja atas kehendak pemesan. Kehadirannya kontraproduktif sehingga jangan diberi ruang," kata politikus PPP, Achmad Baidowi atau Awiek, kepada wartawan, Rabu (10/2/2021).

Awiek berharap masyarakat mengkritik pemerintah berbasis data. Kritikan nyinyir, kata Awiek, justru mengundang buzzer dan itu harus dihindari.

"Sementara yang terjadi lebih banyak nyinyir bukan kritik maka kemudian yang nyinyir itu lebih pada politis yang akhirnya menggerakkan buzzer," ucap Awiek.

"Kalau kritik by data saya kira ndak masalah disampaikan secara terbuka dan bukan buzzer," sebut dia.

Pemerintah memberikan penegasan siap menerima kritikan yang keras sekalipun, supaya pembangunan lebih terarah. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyebut pemerintah menerima kritikan sebagai bagian dari berdemokrasi.

"Sebagai negara demokrasi, kebebasan pers merupakan tiang utama untuk menjaga demokrasi tetap berlangsung. Bagi pemerintah, kebebasan pers adalah sesuatu yang wajib dijaga dan bagi pemerintah kebebasan pers, kritik, saran, masukan itu seperti jamu, menguatkan pemerintah. Dan kita memerlukan kritik yang terbuka, kritik yang pedas, kritik yang keras karena dengan kritik itulah pemerintah akan membangun lebih terarah dan lebih benar," kata Pramono saat menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional 2021 seperti ditayangkan akun YouTube Sekretariat Kabinet, Selasa (9/2).

Simak juga Video: Singgung Sandiaga, PPP Tampik Pilkada 2022 Demi Anies ke Pilpres

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/tor)