Golkar Minta Warga Tak Takut Diserang Buzzer Saat Kritik Pemerintah

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 13:08 WIB
Dave Laksono
Dave Laksono (Ari Saputra/detikcom)

Lantas apakah Dave menilai buzzer bisa ditertibkan?

"Harus ditelusuri satu per satu. Yang mana buzzer beneran atau hanya netizen yang peduli. Bisa saja sih, kan ada algorithm-nya," ucap wakil rakyat di Komisi I DPR RI ini.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung sebelumnya menekankan mengenai pentingnya kritik dan saran bagi pemerintah. Menurut Pramono, kritik yang keras dan terbuka akan membuat pembangunan lebih terarah.

"Sebagai negara demokrasi, kebebasan pers merupakan tiang utama untuk menjaga demokrasi tetap berlangsung. Bagi pemerintah, kebebasan pers adalah sesuatu yang wajib dijaga dan bagi pemerintah kebebasan pers, kritik, saran, masukan itu seperti jamu, menguatkan pemerintah. Dan kita memerlukan kritik yang terbuka, kritik yang pedas, kritik yang keras karena dengan kritik itulah pemerintah akan membangun lebih terarah dan lebih benar," kata Pramono saat menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional 2021 seperti ditayangkan akun YouTube Sekretariat Kabinet, Selasa (9/2).

Pramono mengatakan kebebasan pers harus dijaga bersama. Pers diharapkan menjalankan fungsi kontrolnya terhadap pemerintah.

"Sesuai dengan UU Nomor 40 Tahun 1999, kebebasan pers harus dijaga bersama karena kita meyakini dengan adanya fungsi kontrol ini maka pemerintah dan juga masyarakat akan semakin baik dalam kehidupannya mengisi ruang-ruang demokrasi," tutur Pramono.


(rfs/haf)