ADVERTISEMENT

Round Up

Akal Bulus Iwan Peras Janda Bermodal Video Call Sex dari Lapas 

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 22:35 WIB
Napi di Lampung memeras janda muda di Riau Rp 163 juta dengan ancaman menyebar rekaman/screenshot video call sex (VCS) (Raja Adil/detikcom)
Napi di Lampung memeras janda muda. (Raja Adil/detikcom)
Jakarta -

Polda Riau mengungkap akal bulus Iwan Saputra (25) melakukan tindak pidana pemerasan senilai ratusan juta terhadap seorang janda muda. Iwan melakukan pemerasan dengan ancaman video call sex (VCS) saat berstatus sebagai narapidana di Lapas Gunung Sugih Lampung.

Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Andri Sudarmadi menyebut Iwan ditangkap pada Rabu (20/1/2021). Penangkapan setelah polisi menerima laporan korban, SI.

"Penangkapan ini setelah kami menerima laporan. Ada seorang wanita diperas oleh pria yang mengaku anggota Polri," terang Andri Sudarmadi kepada detikcom, Selasa (9/2).

Pemerasan, lanjut Andri, dilakukan pelaku lewat video call. Pelaku meminta korban melakukan video call sex dan saat berlangsung pelaku merekam adegan tak senonoh tersebut.

"Ketika video call berlangsung, pelaku IS ini merekam layar atau screenshot. Rekaman itu kemudian dijadikan bahan sama pelaku untuk memeras korban, mengancam video akan disebar," kata Andri.


Tersangka Minta Uang Rp 150 Juta dan Pulsa

Dalam aksinya, Iwan meminta uang kepada korban Rp 13 juta dan sudah ditransfer ke rekening pelaku. Selanjutnya, tersangka Iwan kembali meminta uang Rp 150 juta kepada korban.

"Ketika video call berlangsung, pelaku IS ini merekam layar atau screenshot. Rekaman itu kemudian dijadikan bahan sama pelaku untuk memeras korban, mengancam video akan disebar," kata Andri.

Dalam aksinya, Iwan meminta uang kepada korban Rp 13 juta dan sudah ditransfer ke rekening pelaku. Selanjutnya, tersangka Iwan kembali meminta uang Rp 150 juta kepada korban.

Polisi menyebut selain melakukan pemerasan hingga Rp 150 juta terhadap korban, Iwan juga diduga meminta pulsa kepada korban.

"Juga ada minta pulsa. Itu nominalnya bervariasi, tapi intinya ada," kata Direskrimsus Polda Riau Kombes Andri Sudarmadi.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT