Pantau Prokes di Pasar Terbesar Ternate, Kapolda Malut Bagikan Masker

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 21:52 WIB
Kapolda Malut Irjen Risyapudin Nursin meninjau penerapan prokes serta membagikan masker dan edukasi soal COVID-19 di 2 pasar di Kota Ternate (dok Istimewa)
Kapolda Malut Irjen Risyapudin Nursin meninjau penerapan prokes serta membagikan masker dan edukasi soal COVID-19 di 2 pasar di Kota Ternate. (dok Istimewa)
Jakarta -

Kapolda Maluku Utara (Malut) Irjen Risyapudin Nursin meninjau penerapan protokol kesehatan di Kota Ternate. Irjen Risyapudin mengecek Pasar Higenis Kota Ternate dan Pasar Bastiong.

Kedua pasar tersebut merupakan pasar terbesar dan teramai di Kota Ternate. Dalam kesempatan itu, dilakukan juga pembagian masker dan penyampaian edukasi terkait penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Kami mengimbau agar masyarakat Maluku Utara lebih disiplin lagi terkait dengan penggunaan masker, kami berharap agar dalam kegiatan masyarakat tetap mengutamakan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, mencegah kerumunan, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas," kata Irjen Risyapudin, Selasa (9/2/2021).

Kapolda Malut Irjen Risyapudin Nursin meninjau penerapan prokes serta membagikan masker dan edukasi soal COVID-19 di 2 pasar di Kota Ternate (dok Istimewa)Foto: dok Istimewa

Irjen Risyapudin didampingi Wakapolda Malut Brigjen Eko Parasetyo Siswanto, pejabat Utama Polda Malut, serta dari pihak TNI. Pembagian masker ditujukan kepada para pedagang pasar.

Risyapudin sempat menjelaskan terkait program dalam penanganan pandemi COVID-19 secara nasional dan Maluku Utara secara khusus. Dia sempat menyinggung soal pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk menekan laju penularan dan penyebaran COVID-19.

Kapolda Malut Irjen Risyapudin Nursin meninjau penerapan prokes serta membagikan masker dan edukasi soal COVID-19 di 2 pasar di Kota Ternate (dok Istimewa)Foto: dok Istimewa

"Instruksi Kemendagri Nomor 3 tahun 2021 tentang PPKM berbasis mikro, yang artinya pembatasan kegiatan masyarakat di level desa, RW dan kelurahan. Ini maksudnya supaya kita lebih responsif dalam mengatasi permasalahan COVID-19 dengan cara mendeteksi jumlah yang terkonfirmasi positif, untuk ditindaklanjuti," katanya.

Dia menambahkan, untuk Maluku Utara sendiri sesuai instruksi Kemendagri agar melakukan kegiatan imbangan, yaitu Program Kampung Tangguh Kieraha dan kawasan wajib masker.

"Saya selaku Kapolda Maluku Utara akan mendorong Kampung Tangguh dalam penanganan COVID-19 dan akan menempatkan Pos Pantau Wajib Masker di tempat-tempat pelayanan publik serta menetapkan kawasan wajib masker di beberapa ruas jalan seluruh kabupaten dan kota di Maluku Utara," ungkapnya.

(jbr/idh)