Marak Hoax, Wakil Ketua MPR Harap Pers Gali Informasi dengan Verifikasi

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 21:14 WIB
Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid berharap agar pers tetap memerankan perannya sebagai pihak yang selalu menyajikan kebenaran di tengah maraknya berita-berita bohong (hoax) yang tersaji di berbagai media terutama media sosial.

Menurutnya, saat ini di tengah kemajuan teknologi dan informasi, publik dengan mudah mendapatkan bahkan bisa memproduksi berita atau informasi secara mandiri. Namun, tidak jarang informasi yang disajikan adalah informasi bohong untuk berbagai tujuan. Salah satunya adalah tujuan propaganda.

"Saya mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2021, saya berharap teman-teman pers tetap kritis dan bisa menjaga perannya sebagai pilar ke-4 demokrasi," ujar Jazilul dalam keterangannya, Selasa (9/2/2021).

Dia menuturkan di tengah gencarnya penggunaan media sosial dan teknologi informasi belakangan ini, peran pers sangat penting untuk memberikan informasi-informasi yang konstruktif dan positif.

"Jangan sampai pers justru ikut menyebarkan berita-berita bohong dengan menggali informasi berdasarkan sumber yang ada di medsos, tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu," tuturnya.

Dia menuturkan sejak era pra kemerdekaan hingga sekarang, pers berperan penting dalam memberikan pencerahan dan mengawal proses demokrasi yang ada di negeri ini.

"Proses pembangunan atau demokratisasi di Indonesia tidak akan bisa berjalan sebaik saat ini tanpa peran teman-teman pers. Saya berharap teman-teman media akan selalu menjadi penyeimbang, mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah secara konstruktif," tutur Wakil Ketua Umum DPP PKB ini.

Sementara itu, di tengah pandemi COVID-19, dirinya juga berpesan kepada para praktisi pers terutama mereka yang masih tetap harus bekerja di lapangan agar bisa menjaga diri sehingga bisa terhindar dari penularan COVID-19.

"Jangan sampai karena saking semangatnya mencari berita, melakukan kerja peliputan, lantas teman-teman pers mengabaikan protokol kesehatan karena pers berada di garis terdepan dalam mencari dan menjadi sumber informasi," jelasnya.

Menurutnya, mencari atau menggali informasi yang untuk kepentingan publik itu penting, namun menjaga kesehatan diri juga tidak kalah pentingnya.

(mul/mpr)