Bima Arya Sabet Penghargaan Anugerah Kebudayaan dari PWI Pusat

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 18:15 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya menyabet penghargaan Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Hari Pers Nasional (HPN) 2021.
Foto: Dok. Pemkot Bogor
Jakarta -

Wali Kota Bogor Bima Arya menyabet penghargaan Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Hari Pers Nasional (HPN) 2021. Penghargaan tersebut diberikan karena dinilai Bima mampu merevitalisasi filosofi kearifan lokal Sunda melalui tema Hari Jadi Bogor (HJB) ke-538 saat pandemi COVID-19 yakni Sahitya Raksa Baraya.

"Insyaallah ini menjadi penyemangat bagi seluruh insan di Kota Bogor bersama-sama budayawan, seniman dan elemen lainnya untuk terus menjaga warisan budaya kita, nilai-nilai kita, terutama kebersamaan kita. Sahitya Raksa Baraya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (9/2/2021).

Bima menyebut Sahitya Raksa Baraya diambil dari Bahasa Sansekerta dan Sunda yang dimaknai sebagai solidaritas untuk saling menjaga, memelihara, menyayangi, dan melindungi sesama warga. Sementara pers merupakan pilar utama dalam pengawasan pembangunan pemerintahan.

"Insyaallah di era pandemi ini, kita semua bisa terus berkolaborasi dan bersinergi bersama-sama memberikan edukasi, motivasi dan energi agar tetap semangat menghadapi pandemi yang sangat tidak mudah ini. Dan bagi rekan-rekan media untuk terus berikan masukan dan kritik yang membangun kepada pemerintah untuk perbaikan semua," jelasnya.

Ketua Umum PWI Atal S Depari yang juga Penanggungjawab HPN 2021 mengatakan penghargaan ini merupakan apresiasi insan pers terhadap para bupati/wali kota yang peduli kebudayaan dan literasi media yang dipilih oleh tim juri yang terdiri dari para wartawan senior, penulis, budayawan dan akademisi, serta pekerja seni-budaya.

Tim juri terdiri dari Nungki Kusumastuti (Dosen IKJ/pelaku seni), Ninok Leksono (Rektor UNM/Wartawan Senior), Agus Dermawan T (pengamat dan penulis seni-budaya), Atal S. Depari (Ketua Umum PWI Pusat) dan Yusuf Susilo Hartono (Wartawan senior kebudayaan/ Pelaksana AK-PWI).

Selain Bima Arya, ada 9 kepala daerah lainnya yang menerima penghargaan, di antaranya IB Rai Dharma Wijaya Mantra (Wali Kota Denpasar), Hendrar Prihadi (Wali Kota Semarang), Dedy Yon Supriyono (Bupati Tegal), Tjhai Chui Mie (Wali Kota Singkawang), Dony Ahmad Munir (Bupati Sumedang), Taufan Pawe (Bupati Parepare), Karna Sobahi (Bupati Majalengka), Herwin Yatim (Bupati Banggai) dan Ika Puspitasari (Wali Kota Mojokerto).

Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono menambahkan ke-10 bupati/wali kota penerima anugerah ini memiliki strategi, kinerja, dan kekuatan masing-masing dalam pemajuan kebudayaan daerahnya, baik sebelum maupun pada saat pandemi.

"Pada umumnya, mereka merawat warisan masa lalu, kemudian merawat, memanfaatkan, mengembangkan dan melindunginya, dengan berbagai regulasi. Selain itu mengembangkan dengan 'bungkus' dan cara masa kini, termasuk di dalamnya menggunakan teknologi dan media sosial. Dengan demikian budaya lokal bisa menyumbangkan warna pada kebudayaan nasional, sekaligus global," jelasnya.

Selamat Hari Pers Nasional

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan apresiasi atas peran pers di saat pandemi ini. Jokowi menilai pers tetap berada di garis depan untuk menjadi jembatan komunikasi antara Pemerintah dan masyarakat serta terus membangun optimisme dan menjaga harapan.

"Saya ingin menyampaikan ucapan selamat Hari Pers kepada seluruh Insan Pers Indonesia. Saya tahu di saat pandemi sekarang ini, rekan-rekan pers tetap bekerja dan berada di garis terdepan untuk mengabarkan setiap perkembangan situasi dan menjadi jembatan komunikasi antara Pemerintah dan masyarakat, menjaga optimisme, serta menjaga harapan," tuturnya.

Diungkapkan Jokowi, dirinya menyadari jika insan pers juga menghadapi masa sulit akibat pandemi ini yang tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di dunia. "Saya tahu industri pers sebagaimana sektor swasta yang lain sedang menghadapi juga masalah perusahaannya, masalah keuangannya, yang juga tidak mudah seperti tadi disampaikan oleh Ketua PWI," tuturnya.

Untuk meringankan beban industri media tersebut, kata Jokowi, Pemerintah telah memasukkan Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) bagi awak media ke dalam daftar pajak yang ditanggung oleh Pemerintah yang berlaku sampai bulan Juni 2021.

Tonton juga Video: Sidak Ganjil-Genap, Bima Arya: Volume Kendaraan Berkurang Hingga 8 ribu

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)