'Crazy Rich Jakut' Helena Lim Divaksin COVID, PDIP: Dinkes Harus Telusuri

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 13:08 WIB
Helena Lim divaksin COVID-19
Helena Lim divaksin COVID-19. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Nama Helena Lim tengah jadi sorotan karena mem-posting video sudah divaksin COVID-19 di Puskesmas Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Jhonny Simanjuntak mengatakan tak boleh ada keistimewaan dalam pemberian vaksin, mengingat saat ini masih tahap tenaga kesehatan yang divaksinasi.

"Loh itu nggak bisa dong, itu kan diskriminatif, kita kan harus ikuti aturan. Saya pikir Dinkes DKI harus betul-betul cek itu dan tegas. Karena kan begini, supaya ini tertib kan kita ikuti dulu aturan pemerintah. Tidak ada privilese dan keistimewaan kepada orang-orang tertentu, siapa pun itu. Saya pikir itu perlu ditelusuri, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinkes, apakah memang ada terlibat unsur-unsur dari nakes Pemprov, kan begitu," kata Jhonny saat dihubungi, Selasa (9/2/2021).

Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI menilai prioritas pemberian vaksin yang sedang berjalan saat ini baru pejabat publik hingga tenaga kesehatan. Jhonny minta Pemprov DKI menelusuri dan bersikap tegas, termasuk mengecek surat keterangan tenaga kesehatan yang dimiliki Helena.

"Kecuali misal nakes, pejabat yang berurusan dengan publik, atau pegawai yang berurusan dengan publik. Itu yang harusnya dulu diutamakan sama para lansia yang posisi katakanlah sebagai nakes, dokter. Jadi, kalau masyarakat, kan belum lagi tiba ke sana," jelasnya.

"Tapi yang paling penting adalah bahwa pemberian vaksin itu masih di seputar yang digambarkan oleh pemerintah itu, para pejabat publik, katakanlah gubernur, bupati, wali kota, dan termasuk nakes. Belum lagi sampai pada umum. Itu (surat) kan butuh dicek. Saya kan belum pasti tahu, artinya seandainya itu benar, ya harus ditindak tegas," tegasnya.

Helena bisa mendapat vaksin COVID-19 juga karena disebut sebagai pemilik Apotek Bumi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Namun Jhonny menyebut alasan itu tak bisa dimaklumi.

"Ya nanti kalau pemilik restoran, ya apa bedanya pemilik apotek dengan pemilik restoran di sana kan. Pramusajinya segala macam. Belum sampai ke taraf itu, belum masuk kalau menurut saya," tuturnya.

"Mau alasan apa pun, kita masih berpegang pada aturan yang diteken pemerintah. Pejabat publik pemerintahan yang berhubungan dengan publik, termasuk nakes dan sebagainya," lanjutnya.

Sebelumnya, Wagub DKI Ahmad Riza Patria mengatakan Pemprov bakal menelusuri mengapa Helena Lim bisa mendapat vaksin COVID-19.

"Nanti kita akan cek. Kenapa yang barusan dapat, apakah maksudnya sebagai figur untuk memberi contoh, memberi teladan, atau ada faktor lain, nanti kami akan cek," kata Riza kepada wartawan, Senin (8/2/2021).

Seperti diketahui video yang viral itu merupakan bagian dari Instastory di akun Instagram @helenalim899. Di serangkaian video itu, Helena dan rombongan tampak antre hingga mendapat vaksin COVID-19 di Puskesmas Kebon Jeruk.

"Lagi ngantre vaksin, semoga setelah vaksin kita bisa ke mana-mana ya, semoga vaksinnya berhasil," ucap Helena dalam salah satu bagian video.

(idn/idn)