Cegah Kerumunan, Warga Dilarang Ikuti Prosesi Pemakaman Ustadz Maaher

Rahmat fathan - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 10:50 WIB
Cegah Kerumunan, Warga Dilarang Ikuti Prosesi Pemakaman Ustaz Maaher
Suasana sekitar lokasi pemakaman Ustadz Maaher. (Fathan/detikcom)
Jakarta -

Pengelola pondok pesantren Daarul Quran, Tangerang, Banten, menerapkan protokol kesehatan ketat terkait pemakaman Ustadz Maaher. Warga tidak diperkenankan datang ke ponpes milik Ustaz Yusuf Mansur tersebut.

"Sejauh ini keluarga, tamu undangan, kalaupun ada sebagian santri kita libatkan untuk mengikuti salat jenazah. Masyarakat umum sementara belum (diperbolehkan menghadiri prosesi pemakaman)," ujar Humas Daarul Quran, Saribun Alkamil, saat ditemui detikcom di lokasi pemakanan, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021).

Prosesi pemakaman Ustadz Maaher ini nantinya akan menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Menurut Saribun, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak demi mencegah terjadinya kerumunan.

"Kita koordinasi dengan Satgas COVID-19 yang ada di Kota Tangerang, segera kami hubungi Wali Kota, Kapolsek, Koramil, Kapolres, dan Dandim terkait protokol kesehatan," ucapnya.

Kata Saribun, almarhum rencananya dibawa ke kediamannya di Bogor, Jawa Barat. Setelah itu jenazah akan dibawa ke kompleks pemakaman Daarul Quran di Tangerang, Banten.

"Perkiraan sampai di sini sebelum salat Zuhur insyaallah sudah dilaksanakan prosesi pemakaman," tutur dia.

Sebagai informasi, Soni Ernata atau Ustadz Maaher wafat pada Senin (8/2) malam. Almarhum akan dimakamkan di ponpes milik pendakwah terkemuka, Yusuf Mansur.

"Barusan dapat kontak dari Yusuf Mansur, beliau menawarkan untuk dimakamkan di Darul Quran, Tangerang, sebelahan dengan Ali Jaber," ujar pengacara Maaher, Djudju Purwantoro, kepada wartawan di RS Polri, Senin (8/2).

(ibh/ibh)